"Puan sekarang di persimpangan jalan, apakah ia akan mengikuti kata hati ayahnya untuk masuk koalisi atau memilih ibunya. Bagaimanapun Puan harus menjaga perasaan ibunya yang sampai sekarang masih menutup pintu rapat-rapat untuk koalisi," kata Manajer Public Affair LSI Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/3/2011).
Burhanuddin menduga, lamanya jawaban Puan ini menyebabkan Presiden SBY belum memutuskan reshuffle yang akan dilakukannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jabatan menteri sekecil apapun akan meningkatkan kapasitas Puan," papar Burhanuddin.
Namun masalahnya Puan tidak bisa cepat memutuskan untuk menerima tawaran jabatan menteri tersebut. Bila secara rasional, Puan akan memilih mengikuti petuah TK yang mendorongnya masuk koalisi. Tapi bila secara emosional, Puan akan menolak masuk kabinet untuk menjaga perasaan Mega.
"Itu yang membuat Puan serba salah seolah menggantung," kata Burhanuddin.
Lalu Puan akan condong memilih TK atau Mega? "Itu harus kita tunggu, karena hanya Puan dan Tuhan yang tahu," tutup Burhanuddin.
(iy/rdf)











































