"Jumlah pengungsi sekitar 600 orang. Terdiri dari anak-anak, wanita, maupun pria dewasa. Mereka mengungsi di jalan, di tenda Posko maupun di halaman Universitas Ibnu Khaldun," kata petugas PMI Jakarta Timur, Budi Pranoto saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2011).
Para pengungsi merupakan warga RT 1 dan RT 2 di RW 2 kelurahan tersebut. Mereka merupakan korban amuk api yang menghanguskan pemukiman padat penduduk tersebut. Sedikitnya 85 rumah terbakar dalam peristiwa ini. 15 Mobil pemadam kebakaran membutuhkan waktu setidaknya 3 jam untuk menjinakkan api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membantu pengungsi, Palang Merah Indonesia (PMI) Jaktim telah memberikan bantuan sejak peristiwa tersebut terjadi Minggu malam hingga Senin dinihari tadi. 3 ambulans dan 14 petugas relawan disiapkan. Pagi ini, PMI akan membangun dapur umum dan tenda darurat.
"Pagi ini kami akan dirikan dapur umum. Sementara akan dibuatkan sarapan dan bubur kacang ijo. Siang nanti akan koordinasi dengan yang lain untuk menyiapkan makan siang dan makan malam," tukas Budi Pranoto yang turut memantau saat api mengamuk.
Api mulai berkobar sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (6/3) malam. Petugas pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (7/3).
(Ari/rdf)











































