Misalnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jalan Subrantas, Minggu (6/3/2011) antrean mobil lebih dari 300 meter. Sementara ratusan sepeda motor juga terlihat berdesak-desakan. SPBU ini diserbu warga karena sejak siang sampai sore SPBU ini tutup lantaran kehabisan suplai.
Antrian yang sama juga terlihat di SPBU jalan Arifin Ahmad. Lebih dari 500 sepeda motor harus sabar mengantri karena SPBU baru dibuka menjelang adzan Magrib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di SPBU jalan Sudirman, antrean panjang sampai 400 meter yang memacetkan kawasan jalan tersebut.
Akibat kelangkaan BBM, turut mendorong kenaikan harga BBM di tingkat pengecer. Dari harga normal Rp 5.000/liter, BBM jenis premium melonjak hingga Rp 10.000 sampai Rp 15.000/ liter. Warga yang terburu-buru atau tidak ingin mengantre terpaksa membeli bensin yang lebih mahal ini.
Kelangkaan BBM itu pun dikeluhkan oleh warga Pekanbaru. "Pekanbaru bagai kota mati. BBM langka. Tolong pemerintah apakah bapak-bapak peduli? Kota kami ladang minyak. Setetes pun minyak tak ada. Ironis sekali," kata Yanda Febry lewat fasilitas Infoanda detikcom.
Kendati kelangkaan BBM meluas, pihak SPBU tetap melayani pembelian menggunakan jerigen. Hal tersebut membuat pengantre protes dan menyebabkan perang mulut antara warga pengantre dan pihak SPBU yang beralasan melayani karena untuk mengoperasikan genset. Pembeli lewat jerigen membayar lebih mahal Rp 1.000 hingga Rp 2.000 kepada SPBU.
"BBM langka di Pekanbaru, antrian panjang terjadi di beberapa SPBU.
Masyarakat bahkan sampai mengantre 2 jam untuk membeli pertamax karena
premium kosong," tulis warga, Suroso.
(Ari/rdf)











































