Tim Sukses Wiranto Gunakan Jaringan Partai Golkar
Rabu, 26 Mei 2004 10:36 WIB
Bandung -
Tim sukses Wiranto-Gus Solah, akan bekerja menggunakan jaringan yang ada di Partai Golkar. Pola kampanye yang akan dilakukan, merupakan pertarungan untuk menguji apakah strategi dan pembinaan jaringan akan bekerja lebih efektif dibandingkan ketokohan.Demikian dituturkan Herman Y Ibrahim, anggota Tim Pengkajian Strategi Capres Wiranto kepada detikcom di Bandung, Rabu (26/5/2004). Menurut mantan Kapendam III/Siliwangi ini, tim sukses Wiranto akan bekerja berdasarkan strategi yang matang. Namun di dalam mengimplementasikan konsep dan strategi itu, sepenuhnya akan menggunakan jaringan yang ada di tubuh Partai Golkar."Jangan lupa, Pak Wiranto itu terpilih menjadi capres melalui konvensi di Partai Golkar. Karena itu, memang Partai Golkar yang akan bekerja untuk kesuksesan beliau selanjutnya di dalam pemilihan presiden," katanya.Sedangkan tim think tankWiranto yang sudah ada sebelumnya, di mana Herman mengaku terlibat di situ, akan tetap pula bekerja memberikan kajian-kajian yang jitu untuk kesuksesan Wiranto nantinya. Paling tidak menurut Herman, nasihat, saran dan masukan yang sudah dihasilkan dari tim itu telah terbukti mengantarkan Wiranto lolos sebagai capres melalui mekanisme konvensi.Ketika ditanya kemungkinan keterlibatan sejawat-sejawat Wiranto di TNI untuk mendukung kesuksesannya nanti, Herman menegaskan bahwa hal itu tidak akan dilakukan. "Kalau ada sejumlah sejawat Pak Wiranto yang turut membantu, mereka itu sudah purnawirawan dan memang punya visi perjuangan yang sama dengan beliau. Memang ada sejumlah purnawirawan yang turut mengkaji strategi kampanye pemenangan beliau," tuturnya lagi.Herman lebih jauh menekankan bahwa menjadi bahan studi yang menarik nantinya untuk melihat, apakah rakyat Indonesia akan menentukan pilihannya berdasarkan visi-misi capres yang disajikan berdasarkan strategi atau kajian matang, ataukah hanya sekedar melihat tokoh."Jujur saja, kalau dalam hal ketokohan saat ini memang Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup menonjol. Namun apakah hanya faktor ketokohan itu yang akan menentukan pilihan rakyat, cukup menarik untuk dikaji," katanya.Berdasarkan pengkajian, masyarakat perkotaan relatif sudah menetapkan pilihannya dan sulit untuk diubah. Karena itu, strategi kampanye Wiranto menurutnya akan lebih difokuskan kepada masyarakat di pedesaan yang menurutnya ternyata tidak hanya terkesima dengan ketokohan semata. "Saya kira, justru di masyarakat pedesaan menjadi hal yang menarik untuk diperebutkan suara dukungannya," demikian Herman.
(nrl/)










































