"Pertama, kami ini diundang untuk masuk ke koalisi, bukan kami yang meminta. Itupun kami belum menyampaikan jawaban," kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, kepada detikcom, Sabtu (5/3/2011).
Kedua, lanjut Muzani, kasus penghilangan orang, yang oleh aktivis HAM dinilai melibatkan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, sudah tuntas. "Kasus itu sudah tuntas. Pak Prabowo malah sempat jadi calon wakil presiden, kan?" sambung Muzani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persoalan itu mereka sudah berkali-kali nuntut. Kawan-kawan Kontras tuntut dengan bermacam-macam forum dan sudah bertemu. Sedangkan kita itu masuk ke sana (koalisi) karena ditawari Demokrat. Persoalan bukan di kita," tandas Muzani.
Sebelumnya, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar, menilai masuknya Gerindra ke kekuasaan bisa menghambat penuntasan kasus penghilangan orang tahun 1997-1998. Prabowo dianggapnya mempunyai interest untuk menghentikan kasus tersebut.
"Prabowo Subianto adalah orang yang patut dimintai pertanggungjawabannya atas kasus penghilangan orang yang belum tuntas sampai hari ini," imbuh Haris sambil menambahkan vonis Mahkamah Militer kepada Mantan Danjen Kopassus dulu tidak cukup.
(irw/irw)










































