Titik kemacetan antar lain terdapat di Cisarua, Gadog, dan Ciawi. Kemacetan terjadi sejak Sabtu (5/3/2011), 17.00 WIB, kemarin dan masih berlangsung hingga Minggu (6/3/2011), pukul 01.00 WIB.
Tidak sedikit pengguna jalan yang mengaitkan peristiwa kemacetan parah itu dengan buruknya pengaturan lalu lintas untuk kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Puncak.
Seharian kemarin, Presiden memang ikut menghabiskan waktu akhir pekannya di Kawasan Puncak, tepatnya di Taman Safari, Cisarua. Presiden meninjau rumah sakit dan tempat penyimpanan harimau Sumatera di lokasi tersebut.
Setelah itu, Presiden SBY dan rombongannya bergerak ke Istana Kepresidenan Cipanas. Menurut Informasi, SBY tiba sekitar pukul 18.30 WIB dan menginap di Istana Cipanas.
"Macet dari tidak bergerak dari Ciawi menuju Jakarta karena Presiden SBY lewat sedangkan polisinya suruh bikin dua arah tapi dari arah Jakarta ke Puncak dibuka juga? Polisi kerja bagaimana? Presiden SBY tahu nggak kerja polisi dan bagimana sengsaranya kami apalagi yang bawa anak kecil?" kata salah satu pembaca detikcom bernama Didaktika.
Pengguna jalan yang lain, Fharen, menuturkan, ia pulang dari Cipanas sekitar pukul 16.00 WIB. Begitu mobil yang ditumpanginya mendekati Taman Safari, jalan ditutup satu arah. Tak lama kemudian, ia melihat iring-iringan mobil Presiden meninggalkan Taman Safari menuju ke arah Cipanas.
"Waktu mau turun, jalan cuma dibuka satu arah. Ada konvoi mobil Presiden yang lewat mengarah ke Cipanas. Sekarang saja kata teman saya masih ada dua kompi yang ada di sana (Taman Safari)," kata Fharen.
Setelah lepas dari kemacetan di sekitar Taman Safari, Fharen kembali terjebak kondisi serupa di Km 79, Ciawi. Sejak terkena macet pada pukul 18.30 WIB, sampai dihubungi detikcom pukul 23.00 WIB pun mobilnya masih diam di tengah jalan.
Keluhan serupa juga datang dari Yudi. Melihat kemacetan di Puncak tersebut, ia juga menyampaikan usulan kepada Presiden SBY.
"Pak SBY, lain kali kalau ke puncak naik helikopter saja. Kasihan rakyat mengeluh 12 jam macet hanya karena ngurus iring-iringan anda. Pejabat sama jenderal Anda juga seenaknya pakai pengawal. Mohon, ya, Pak" pintanya.
(irw/irw)











































