Insiden tersebut terjadi pada Jumat (4/3/2011) kemarin sekitar pukul 20.15 WITA. Sri yang sedang berada di dalam Toko Obat Sehat Baru miliknya, tiba-tiba jatuh tersungkur di dalam tokonya dengan luka di bagian dagu. Seketika itu, Sri dilarikan ke rumah sakit.
Penelusuran detikcom di lokasi kejadian, sebelum Sri jatuh tersungkur, terdengar teriakan pencuri di sertai 3 kali suara letusan senjata api.
"Saya dengar teriakan maling. Ada tembakan 3 kali. Tembakan yang ketiga, saya lihat Ibu (Sri Meldiawati) jatuh dengan dagu berdarah," kata karyawan Toko Obat Sehat Baru Jl Pangeran Hidayatullah RT IV No 32, Hanafi, kepada wartawan saat ditemui, Sabtu (5/3/2011).
"Saya nggak liat lagi apa yang terjadi di luar toko, saya langsung bantu Ibu karena dagunya berdarah," imbuh Hanafi.
Dalam kesempatan yang sama, seorang saksi mata lainnya yang juga karyawan toko, Luri, mengaku sebelum Sri terluka, sempat melihat seseorang berlari dalam kejaran seorang petugas dengan membawa senjata api. Pria dalam kejaran itu berlari mengarah ke dalam sebuah gang yang bersebelahan dengan toko tersebut.
"Iya, bawa senjata. Saat terdengar suara teriakan maling itu saya lagi di teras toko. Yang dikejar masuk ke dalam gang," kata Luri.
"Tidak tahu ternyata Bu Sri luka. Ini ada bekas peluru seperti memantul," tambah Luri sambil menunjukkan goresan peluru di dinding toko tempat kerjanya.
Luri menambahkan, kejadian itu berlangsung cepat, sehingga tidak lagi terus memperhatikan yang terjadi di luar toko. "Pokoknya langsung bawa (Sri) ke rumah sakit. Terus lapor ke Polsubsektor Mulawarman," sebut Luri.
Saat wartawan mendatangi korban di ruang perawatan Yacobus B1 RS Dirgahayu, Jl Gunung Merbabu, Samarinda, Sri Meldiawati tidak bersedia ditemui. Di dalam ruangan Sri, terlihat seorang petugas polisi berpakaian dinas. Informasi diperoleh, Sri menjalani operasi pengambilan peluru yang bersarang di dagunya sekitar pukul 13.30 WITA.
Petugas sekuriti ruang Yacobus RS Dirgahayu, Dwi Cahyono, membenarkan Sri Meldiawati, dirawat di ruangan tersebut akibat luka tembak. "Ya, benar karena luka tembak di dagu," kata Dwi.
Masih dari informasi yang diperoleh detikcom, sebelum Sri mengalami luka tembak, petugas Polsekta Samarinda Ilir sedang mengejar bandar 50.000 butir LL bernama Normansyah (47), warga Jl Cut Mutia, RT 1, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Puluhan ribu pil koplo itu ditemukan petugas di rumahnya.
Upaya konfirmasi detikcom, baik saat bermaksud ingin menemui maupun melalui telepon selular kepada Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Feby DP Hutagalung terkait insiden tersebut, belum membuahkan hasil.
Sedangkan Kasi Propam Polresta Samarinda AKP Sarman saat ditemui wartawan, juga tidak sedang berada di kantornya.
"Laporan kasus itu belum ada. Mungkin petugas piket malam setelah kejadian yang tahu persis," kata petugas Propam Polresta Samarinda Brigadir Yudha Nugraha kepada wartawan di Mapolresta Samarinda.
(irw/irw)











































