Keempat korban merupakan satu keluarga, yakni Parno (50), istrinya Tuminem (40), serta kedua orang anaknya, Tumari (27) dan Yuni (22). Mereka terseret arus banjir lahar dingin di Kali Ladon, Desa Jrakah, Kecamatan Selo.
Peristiwa itu bermula ketika ke empat korban sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya di ladang yang berada di tebing Kali Ladon. Saat itu kondisi di lokasi hanya hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat tergerus banjir lahar yang cukup besar, ladang milik Parno yang berada di tebing sungai itu tiba-tiba longsor. Naas, Parno bersama istri dan kedua anaknya saat itu berada di lahan yang longsor. Akibatnya, keempat korban langsung jatuh ke sungai dan terbawa arus banjir lahar yang disertai material batu dan pasir dari gunung Merapi itu.
"Saat itu saya bersama istri dan kedua anak saya sedang mencari rumput. Kemudian di Kali Ladon terjadi banjir lahar dingin. Tiba-tiba tanahnya longsor dan kami jatuh terbawa arus banjir lahar dingin itu," kata Parno, di UGD RSU Pandan Arang, Boyolali.
Kejadian itu diketahui oleh salah seorang anak yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi. Saksi mata itu langsung lari ke Dukuh Bakalan, Desa Klakah untuk meminta pertolongan.
Warga pun mendatangi lokasi kejadian dan menyusuri sungai itu dari pinggir karena banjir masih besar untuk mencari korban. Akhirnya korban Tumari dan Yuni ditemukan di bawah dam dalam kondisi selamat. Namun kondisinya lemah. Keduanya terseret arus sekitar 100 meter.
Begitu juga dengan Parno dan Tuminem, ditemukan tersangkut bebatuan. Mereka terseret arus hingga sejauh sekitar 200 meter.
"Beruntung, mereka masih bisa selamat. Parno dan Tuminem nyangkut di bebatuan dan akhirnya bisa dievakuasi ke pinggir sungai oleh warga menggunakan tangga," kata Tukidi warga Dukuh Bakalan, Desa Klakah, yang ikut menolong korban.
Para korban kemudian dievakuasi ke Dukuh Bakalan, Desa Klakah. Selanjutnya, mereka dibawa ke rumah sakit Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan perawatan medis. Namun untuk membawa ke rumah sakit, warga harus menyeberangi Kali Ladon menuju Dukuh Sepi.
"Untuk menyeberangi Kali Ladon, kami menunggu banjirnya surut, karena jembatannya juga sudah putus," imbuhnya.
Parno dan Tuminem dibawa ke rumah sakit oleh warga sekitar pukul 18.00. Sedangkan Tumari dan Yuni, kemudian juga dibawa ke rumah sakit Pandan Arang, oleh Kepala Desa Jrakah, Tumar, sekitar pukul 19.00.
Ny Tuminem menderita luka di kepalanya akibat terbentur batu. Sedangkan Parno mengalami luka di kedua kakinya serta bahu.
Sementara Camat Selo, Subiso, mengatakan untuk pengobatan ke empat korban di rumah sakit gratis. Biaya pengobatan ditanggung oleh Pemkab. "Biaya pengobatannya gratis," kata Subiso ditemui di UG RSU Pandan Arang.
(mbr/irw)











































