Seperti dilansir reuters, Sabtu (5/3/2011), Khadafi mengirim pasukan baru setelah militer mendapat perlawanan sengit di Zawiyah, sebelah barat ibu kota Libya, Tripoli. Padahal, sebanyak 30 pemberontak telah tewas dalam pertempuran itu.
Tanpa disebutkan jumlahnya, pasukan baru itu kini sudah mendekati wilayah Zawiyah. Mereka juga telah memblokir jalan menuju Zawiyah, tepatnya 3 Km (1,8 mil) menjelang masuk ke kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Sabtu, 26 Februari, sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB secara bulat mengeluarkan sanksi kepada Khadafi dan keluarganya. PBB meminta setiap tindakan kekerasan terhadap demonstran anti-pemerintah dibawa ke pengadilan internasional di Den Hague, Belanda.
Khadafi juga mendapat larangan perjalanan dan semua aset pemimpin 68 tahun itu dibekukan, termasuk aset putra tertuanya maupun seluruh anggota keluarganya. Seluruh pimpinan dan pejabat pertahan dan intelijen dianggap bertanggung jawab dalam pertumpahan darah di Libya.
Khadafi meminta PBB menangguhkan sanksi-sanksi tersebut.
(irw/irw)










































