Pesan SMS itu dikirimkan oleh perusahaan nasional Libyana. Demikian diungkapkan saksi-saksi mata seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (5/3/2011).
Para pengungsi Mesir di bandara Djerba di Tunisia selatan, yang telah kabur meninggalkan Libya, menunjukkan pesan-pesan tersebut yang tersimpan di telepon genggam mereka.
Pesan SMA itu dikirimkan pada 19 Februari lalu dan menggunakan bahasa Arab. Dalam pesan itu disebutkan, warga asing tengah berencana menghancurkan Libya.
"Musuh-musuh ini ingin menabur masalah dan menghancurkan negara kita, Libya dan menghalangi reformasi dan proses pembangunan kita," demikian bunyi SMS tersebut.
Banyak warga Mesir telah kabur dari Libya sejak krisis melanda negeri pimpinan Muammar Khadafi itu. Sejumlah warga Mesir yang tinggal di Libya mengaku mengalami tindak kekerasan oleh prajurit-prajurit Libya.
"Ada gangguan terhadap warga Mesir oleh prajurit-prajurit Libya," ujar Said Kamal, yang mengaku telah dipukuli oleh tentara Libya dan tentara-tentara bayaran Khadafi.
"Ada korban jiwa," imbuh pria Mesir itu. "Warga Mesir, warga Tunisia, termasuk wanita dan anak-anak," ujarnya.
(ita/ita)











































