"Mereka telah siap, jika memang dibutuhkan," ujar sumber seperti dikutip harian Inggris, The Telegraph, Sabtu (5/3/2011).
Namun Kementerian Pertahanan Inggris bersikeras bahwa batalyon tersebut disiapkan untuk operasi bantuan kemanusiaan, bukan untuk pertempuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara anggota NATO kemarin setuju untuk menyusun rencana kontingensi mengenai bagaimana angkatan bersenjata mereka bisa mengintervensi krisis Libya. Pemerintah Inggris juga siap mengirimkan para diplomat dan penasihat militer ke Kota Benghazi, Libya timur, pusat kekuatan oposisi Libya.
Hingga kini pemimpin Libya Muammar Khadafi bersikeras menolak mundur. Khadafi terus mengabaikan desakan para demonstran dan para pemimpin dunia agar dirinya mengundurkan diri.
Pertempuran antara kelompok-kelompok anti-Khadafi dan pasukan pro-Khadafi terus meningkat kemarin. Setidaknya 17 orang tewas akibat ledakan di Benghazi semalam. Para pemberontak mengklaim ledakan tersebut merupakan serangan udara yang dilancarkan pasukan Khadafi.
(ita/ita)











































