"Kami mengharapkan 10.000 penumpang berangkat setiap hari dengan 66 kali penerbangan," kata direktur bandara Provinsi Djerba,Tunisia, Zouhaier Badreddine, seperti dikuti detikcom dari CNN, Jumat (4/3/2011).
Dari bandara ini para pengungsi Libya bersiap terbang ke negara asalnya. Langkah ini dilakukan Tunisia untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap demonstrasi besar-besaran di Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemerintah sementara Tunisia dan relawan mendistribusikan makanan dan air. Sebuah tenda yang berfungsi sebagai pusat transit juga telah didirikan di sekitar 10 kilometer dari perbatasan.
Tapi tenda pengungsian hanya mampu menampung 15.000 orang. Padahal diperkirakan sebanyak 15.000 orang memasuki menyeberangi perbatasan setiap hari.
Secara keseluruhan 200.000 orang telah melarikan diri dari kekerasan yang meningkat di Libya. Data tersebut dipublikasikan oleh organisasi internasional untuk migrasi yang telah bekerjasama dengan badan pengungsi PBB di evakuasi massa.
(van/van)











































