Bermotif Pedofili
Drama Penculikan Gadis Cina
Selasa, 25 Mei 2004 20:24 WIB
Den Haag - Hati-hati punya anak di bawah umur. Di Belanda, gadis Wei Wei Hu, 13, diculik untuk pelampiasan seksual. Penculik dan korban terlacak di Jerman. Kejar-kejaran polisi-penculik ala film Hollywood terjadi.Media Belanda hari ini, Selasa (25/5/2004) melaporkan, begitu mobil penculik berhasil dipepet dan berhenti, ratusan polisi Belanda dan Jerman dengan kepala tertutup masker dan senjata terkokang, berhamburan mengepung. Sementara penculik menempelkan pisau ke leher gadis Hu yang ketakutan.Berkat pendekatan profesional polisi disertai dengan dialog, yang memakan waktu berjam-jam, gadis Hu dari kota Eibergen (Belanda) akhirnya dapat dibebaskan dari tangan penculik, seorang pria Belanda berusia 37 tahun, tanpa letusan satu peluru pun.Operasi pembebasan gadis Hu, yang diculik saat bersepeda, Minggu (23/5/2004), berlangsung sukses berkat tip dari masyarakat. Polisi yang dilapori ihkwal penculikan di kota Rekken, dekat kota besar Enschede, itu langsung melakukan pelacakan, antara lain dengan publikasi secara besar-besaran melalui media. Hasilnya, ratusan tip dari masyarakat masuk ke polisi, yang mengarahkan lembaga pengayom masyarakat itu ke jejak penculik. Berdasarkan tip itu ternyata penculik membawa korban masuk ke wilayah Jerman. Senin malam, seorang pejalan kaki di Greven (Jerman) melihat mobil berplat Belanda yang mencurigakan. Ketika polisi mendekat, pelaku menempelkan pisau ke leher korban, kemudian tancap gas ke arah Munster. Di kota ini, drama 40 jam yang menegangkan itu berakhir. Obyek SeksSementara itu polisi Jerman mengatakan penculikan Hu bermotif seksual. Pelaku menodai Hu di Gronau, sebuah tempat di Jerman. Namun polisi tidak menyebutkan secara rinci penodaan seksual apa yang terjadi pada Hu. Sikap polisi ini dilandasi rasa respek pada gadis malang itu. "Sejauh yang bisa dikatakan, dia terlihat fit," demikian polisi.Setelah berhasil dibebaskan, Hu langsung dilarikan ke rumahsakit untuk pemeriksaan kesehatan. Sore ini juga, gadis Hu akan diserahkan kembali kepada orangtuanya di Eibergen. Teman-teman sekolahnya juga sudah siap untuk menyambut kedatangannya.PeringatanKasus penyalahgunaan seksual orang dewasa pada anak-anak di bawah umur atau dikenal sebagai pedofili, akhir-akhir ini meningkat di berbagai belahan dunia. Di Belgia bahkan ada kasus Dutroux, merujuk pada nama pelaku, yakni kasus penculikan bermotif pedofili, yang berakhir dengan kematian para korban.Di Bali pun kasus pedofili juga merebak. Sebelum kasus mantan diplomat Australia, yang akhirnya bunuh diri di selnya, televisi Belanda juga telah melaporkan mengenai praktik pedofili yang dilakukan para turis warga negara Belanda terhadap anak laki-laki di bawah umur di Pulau Dewata itu. Para korban dipancing dengan uang, ditraktir makan atau ditanggung biaya sekolahnya. Namun ujung-ujungnya mereka disalahgunakan. Nah, ini semua peringatan bagi anda yang memiliki anak di bawah umur. Hati-hati. Jika anak anda terlanjur menjadi korban dan pelakunya kebetulan warga negara Belanda, ada baiknya anda melapor juga ke Konsulat atau Kedutaan Belanda disertai bukti-bukti seperti visum et repertum atau pernyataan dokter yang menunjukkan anak anda telah dinodai. Hukum Belanda sangat melindungi anak-anak dan keras terhadap pelaku pedofili. Masyarakat Belanda juga sangat mencela pedofili, meskipun mereka menganut faham hidup bebas.
(es/)











































