Pendukung Mega-Hasyim Demo KPU Jatim Soal Gus Dur

Pendukung Mega-Hasyim Demo KPU Jatim Soal Gus Dur

- detikNews
Selasa, 25 Mei 2004 19:06 WIB
Surabaya - Sekitar 30 anak muda yang mengaku sebagai Kaum Muda Nahdliyin Jawa Timur Pendukung Mega-Hasyim mendatangi kantor KPU Jawa Timur. Mereka memprotes keputusan KPU yang menolak Gus Dur sebagai capres. Para demonstran itu memakai kaos putih bertuliskan 'Satu Kata. Satu Indonesia Mega-Hasyim'. Mereka melakukan aksi unjuk rasa ke KPU Jatim, Jl. Tanggulangin, Surabaya, pukul 18.30 WIB, Selasa (25/5/2004). Kedatangan mereka ke KPU untuk menyatakan sikap mereka yang merasa keberatan dan menolak keputusan KPU yang telah menyatakan Gus Dur tidak memenuhi syarat sebagai capres. "Keputusan KPU yang tidak meloloskan salah satu kandidat capres dari PKB sungguh tidak rasional. Dengan begitu, KPU telah melakukan pelanggaran HAM dengan mengamputasi hak-hak politik setiap warga negara,serta telah melakukan upaya diskrimisasi terhadap hak-hak politik sipil, " teriak mereka dalam orasinya."Meski secara implisit kami mendukung pencalonan duet Mega-Hasyim, tapi demi tegaknya demokrasi di Indonesia, kami sangat menyayangkan sikap KPU, karena telah menjegal langkah Gus Dur dengan alasan yang sangat tidak rasional," tambah A Yok Zakaria, koordinator aksi.Lebih lanjut A Yok juga menyatakan, bila dalam waktu beberapa hari ini tidak ada perubahan pilitik yang lebih maju dari KPU, maka Kaum Muda Nahdliyin akan menduduki KPU disetiap kota dan kabupaten se Jawa Timur.Kedatangan mereka yang hanya sekitar 30 menit ini juga dengan membawa obor yang kemudian dimatikan. Mereka menganggap obor ini sebagai simbol api demokrasi yang mulai padam karena ulah KPU.Sebelum meninggalkan halaman kantor KPU Jatim, mereka juga menyerukan kepada seluruh warga PKB untuk tidak mengkerdilkan nama besar Gus Dur dengan mendukung duet Wiranto-Salahuddin Wahid. Sebab, hal itu akan menimbulkan image bahwa Gus Dur telah melakukan praktek nepotisme. Di samping itu, mereka juga meminta kepada jajaran PKB agar tidak menyerukan golput dalam pemilihan presiden mendatang. Seusai membacakan seruan tersebut, 30 aktivis Kaum Muda Nahdliyin meninggalkan halaman kantor KPU tanpa ada keributan setelah sebelumnya memyerahkan tuntutan mereka kepada salah satu anggota KPU yang menemui mereka. (asy/)


Berita Terkait