Polri: Tersangka Bom di Australia Sebut Ba'asyir Itu Masukan
Selasa, 25 Mei 2004 18:18 WIB
Jakarta -
Tersangka bom Kedubes Israel di Canberra Australia Jack Roche menyebut Abu Bakar Ba'asyir sebagai pemimpin Jamaah Islamiyah (JI) kawasan Asia Tenggara. Mabes Polri menganggap informasi itu sebagai masukan."Kita tidak bisa menelannya mentah-mentah. Kalau sebagai masukan, oke-oke saja. Tapi semua masukan harus kita terima, dan harus kita buktikan. Tentunya informasi seperti itu akan kita tampung."Demikian kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Paiman saat dikonfirmasi wartawan di Mabes Polri Jakarta, Selasa (25/5/2004).Ditanya apakah Jack Roche akan menjadi saksi dalam kasus Ba'asyir sebagaimana saksi dari Malaysia, Filipina dan Singapura, Paiman mengaku tidak tahu secara teknis."Pokoknya semua masukan kita terima. Mengenai hal itu, mungkin kita akan berhubungan dengan interpol," ujarnya.Menurut Paiman, polisi sudah memiliki banyak keterangan saksi seperti itu. Tetapi bila keterangan itu tidak disertai bukti dan fakta, polisi tidak bisa serta merta memasukkannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP).Situs berita Associated Press dan AFP melansir pernyataan Jack Roche dalam persidangan yang berlangsung di Perth Australia Senin 24 Mei 2004. Jack merupakan salah satu tersangka pelaku pengeboman Kedubes Israel di Canberra Australia.Dalam persidangan di Pengadilan Distrik Perth itu, sebuah rekaman videotape diputar. Jack kepada Australian Federal Police mengatakan, Abu Bakar Ba'asyir adalah pemimpin JI kawasan Asia Tenggara.Selain itu, pria bernama asli Paul George Holland, kelahiran Inggris, berusia 50 tahun itu juga mengaku yakin kalau Hambali berada di bawah Ba'asyir dalam struktur hirarki JI.Jack yang juga memiliki nama Muslim, yakni Khalid Saifallah itu diancam hukuman 25 tahun jika terbukti benar terlibat dalam pengeboman Kedubes Israel di Canberra Australia.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































