Pawai 151 Ogoh-ogoh Awali Nyepi di Mataram

Pawai 151 Ogoh-ogoh Awali Nyepi di Mataram

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2011 16:09 WIB
Pawai 151 Ogoh-ogoh Awali Nyepi di Mataram
Mataram - Umat Hindu di Mataram mengawali perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 dengan mengarak 151 ogoh-ogoh di jalan protokol Kota Mataram. Arak-arakan diikuti ribuan orang dan disaksikan puluhan ribu warga.

Arak-arakan dimulai dari Cakranegara, pusat bisnis Kota Mataram dan dilepas Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh, Jumat (4/3/2011). Sejak Jumat pagi, dua jalan protokol Kota Mataram yaitu Jalan Langko dan Jalan Pejanggik telah ditutup.

Ogoh-ogoh yang dibuat menyeramkan itu, telah bersiap di Jalan Pejanggik, sejak sebelum waktu umat Islam menunaikan ibadah salat Jumat. Untuk menghormati umat Islam yang menjalankan salat Jumat, umat Hindu tidak membunyikan dulu gamelan khas Bali, yang biasanya mengikuti arak-arakan. Mereka berbaris rapi, memilih menunggu ibadah umat Islam tuntas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai salat Jumat, barulah hinggar bingar gamelan ditabuh. Puluhan ribu warga Mataram telah memadati dua sisi Jalan Pejanggik dan Jalan Langko, sepanjang 11 kilometer yang menjadi jalur arak-arakan. Banyak di antara penonton adalah wisatawan asing.

Ketua Dewan Ogoh-ogoh Kota Mataram I Nyoman Artha Kusuma, di arena parade mengatakan, ogoh-ogoh yang diarak itu tidak hanya berasal dari Kota Mataram, tapi juga dari Lombok Barat. Jumlah ogoh-ogoh yang mengikuti parade tahun ini juga lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 125 ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh itu dibuat 108 banjar di Kota Mataram. Mereka yang mengarak ogoh-ogoh ini juga mengenakan pakaian khas banjar masing-masing. Satu ogoh-ogoh sedikitnya menelan dana Rp 3 juta. Kapolres Mataram, I Nyoman Sukena secara terpisah mengatakan, pihaknya menerjunkan 450 personel untuk mengamankan jalannya arak-arakan.

Dari 500 ribu penduduk Kota Mataram, 30 persen diantaranya adalah umat Hindu. Mereka berasal dari Bali dan sebagian adalah keturunan Raja dan bangsawan Karangasem, yang pernah menguasai Lombok ratusan tahun silam.

(fay/fay)


Berita Terkait