Ikan Asin yang sudah Tidak Asin Lagi

Ikan Asin yang sudah Tidak Asin Lagi

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2011 16:06 WIB
Jakarta - Perajin ikan asin Muara Angke 1 bulan belakangan nyaris tidak lagi menghitung laba. Biaya produksi tidak sebanding dengan penjualan yang sedang seret. Terlebih, musim penghujan seakan tidak berpihak ke para nelayan.

"Biasanya 3 hariΒ  kering. Sekarang bisa 5 sampai seminggu. Kalau nggak ya dibuang, membusuk," kata salah seorang pembuat ikan asin, Sugeng di perkampungan Nelayan Muara Angke, Penjaringan,Β  Jakarta Utara, Jumat (4/3/2011).

Untuk mensiasati, Sugeng mengurangi takaran garam. Dari sebelumnya 3:1 (3 kg ikan diolah denggan 1 kg garam), menjadi 5 : 1.Β  Kadar garam yang lebih sedikit membuat ikan cepat kering. "Karena kan nggak terlalu basah. Mudah kering," imbuh Sugeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan lain diungkap Mara (38).Β  Pembuat ikan asin sejak 20 tahun lalu itu mengurangi kadar garam karena untuk menekan biaya pembuatan. Kerugian dapat ditekan hingga separuhnya.

"Harus pintar-pintar menyiasati. Dulu (harga garam) murah karena langsung ambil dari Indramayu. Sekarang ngambil ke pengumpul (tengkulak) jatuhnya lebih mahal," tukas Mara.

Selain itu, imbuh Mara, kualitas garam dari tahun ke tahun dianggap terus merosot. "Rasanya tidak seasin dulu. Nggak tahu kenapa," tandas perajin yang mengaku perhari bisa membuat 3 kuintal ikan asin kering.

Dari data Kantor Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) dalam satu hari, sentra ikan asin Muara Angke bisa menerima pasokan ikan basah rata-rata seberat 20 ton sampai 30 ton. Sementara hasil pengolahan ikan asin per hari rata-rata bisa mencapai 10 ton hingga 15 ton.

(Ari/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads