Penyerahan dilakukan oleh Menlu Timor Leste Zacaria Albano da Costa kepada Menlu RI Marty Natalegawa, di sela-sela Pertemuan Ke-5 Komisi Bersama Tingkat Menteri Antara RI-Timor Leste, di kantor Kemlu RI, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2011).
Usai pertemuan yang juga disertai penandatanganan pernyataan bersama RI-Timor Leste itu, Marty mengatakan, permohonan itu akan dibicarakan bersama anggota ASEAN yang lain. Pembicaraan juga seputar adanya gap kondisi ekonomi Timor Leste dengan negara anggota lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Marty menegaskan pandangan pemerintah RI bahwa secara geografis Timor Leste adalah bagian dari Asia Tenggara. Secara geo-politik, geo-ekonomi, geo-sosiokultural, masa depan Timor Leste akan sangat terkait dengan masa depan Asia Tenggara pada umumnya.
Marty melanjutkan, sikap Indonesia adalah segera mengelola fakta-fakta tentang Timor Leste tersebut.
"Kalau Indonesia dari awal segera mengelolanya, bahkan sebelum 2015 Timor Leste sudah menjadi bagian dari masyarakat ASEAN," kata Marty.
Mengenai gap ekonomi antara Timor Leste dan negara ASEAN lainnya, Marty mengatakan hendaknya memikirkan persoalan itu secara strategis, bukan melihat secara terbatas. Sebab, hal itu juga dilakukan saat ASEAN menerima keanggotaan Myanmar, Kamboja, Laos dan Vietnam.
"Kita mikir big picture, lebih baik Timor Leste dirangkul dan bagian dari ASEAN," kata Marty.
Soal gap ekonomi tersebut, Zacaria mengakui itu adalah kelemahan negaranya akibat peninggalan masa lalu. Namun, dia mengatakan saat ini negaranya mengalami pertumbuhan yang pesat dan akan terus memanfaatkan sumber daya alam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Kami tidak akan menjadi beban bagi ASEAN," kata Zacaria. (lrn/aan)











































