"Kalau memang akan dilakukan, ya lakukan saja. Sepenuhnya itu hak presiden. Tak perlu diwacanakan terus-menerus seperti ini. Secara politis, hal tersebut terus diwacanakan karena terjadi pelapukan koalisi," ujar politisi PDIP Aria Bima dalam rilisnya, Jumat (4/3/2011).
Karena terjadi pelapukan koalisi, akhirnya rakyat dipertontonkan drama kekuasaan yang tidak solid oleh penguasa yang sedang panik. Padahal pada saat bersamaan, rakyat sedang dalam kondisi amat sulit menghadapi berbagai persoalan hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Aria Bima juga menilai perombakan koalisi dan kabinet adalah bukti nyata dampak politik pencitraan yang selama ini digunakan pemerintah. Pencitraan yang dibangun sedemikian intens, namun di balik citra itu, ternyata muncul resistensi dari publik dan bahkan dari mitra koalisi sendiri.
"Ini sebuah tragedi politik pencitraan. Secara faktual banyak masalah yang tidak ditangani secara tuntas, tapi hanya sibuk terus membangun citra. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, bukan citra. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita dalam mengelola negara," demikian Aria Bima.
(fay/asy)










































