Dalam pernyataannya, Sir Howard menyatakan bertanggung jawab atas reputasi LSE yang telah tercoreng karena berhubungan dengan rezim Khadafi.
Sir Howard mendapat sorotan publik sejak pergolakan yang melanda Libya. Gara-garanya, LSE pernah menerima donasi dari yayasan amal yang dikelola rezim Khadafi. Pada tahun 2009, yayasan Gaddafi International Charity and Development Foundation memberikan bantuan dana sebesar 1,5 juta pound untuk unit riset LSE, Global Governance Research Unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada risiko dalam menerima dana dari sumber-sumber terkait Libya, dan itu harusnya dipertimbangkan dengan lebih matang," tulis Sir Howard dalam surat pengunduran dirinya untuk Peter Sutherland, ketua dewan gubernur LSE.
"Saya telah menyimpulkan bahwa ini tepat bagi saya untuk mengundurkan diri meskipun saya tahu ini akan mendatangkan kesulitan bagi institusi yang saya cintai ini," tulis Sir Howard seperti dilansir AFP, Jumat (4/3/2011).
"Singkatnya, saya bertanggung jawab atas reputasi sekolah, dan reputasi itu telah terganggu," tandas Sir Howard dalam suratnya.
Sir Howard juga mengakui dirinya telah melakukan kesalahan dalam menerima undangan pemerintah Inggris untuk menjadi utusan ekonomi bagi Libya dan menerima undangan rezim Khadafi untuk berkunjung ke Libya guna memberikan saran tentang reformasi keuangan pemerintah Libya.
Putra Khadafi, Seif al-Islam Khadafi meraih gelar Ph.D dari LSE pada tahun 2008 lalu. LSE saat ini juga tengah menyelidiki tuduhan bahwa disertasi yang dibuat Seif al-Islam merupakan hasil jiplakan. (ita/nrl)











































