Manuver Anis Matta Membawa PKS Lebih Condong Jadi Oposisi

Manuver Anis Matta Membawa PKS Lebih Condong Jadi Oposisi

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2011 13:32 WIB
Manuver Anis Matta Membawa PKS Lebih Condong Jadi Oposisi
Jakarta - PKS lebih condong menjadi oposisi. Salah satu penyebabnya adalah PKS kini dikuasai kubu pragmatis yang direpresentasikan oleh kubu Sekjen PKS Anis Matta. Sebagai orang muda, Anis cenderung fight dan kerap melakukan manuver politik.

"Kelompok Anis lebih banyak mengendalikan. Manuver serta tindakan di PKS diambil Anis," kata pengamat politik dari UGM, Arie Sujito, saat dihubungi detikcom, Jumat (4/3/2011).

Arie yang mendalami PKS ini menjelaskan, setelah Tifatul Sembiring tak lagi duduk di kursi pengurus partai, sepenuhnya lingkungan politik PKS representasi penuh dari sekjen partai yakni Anis Matta. Meski keputusan sepenuhnya di tangan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Anis-lah yang memegang kendali penuh. Anis dikenal memiliki komunikasi yang baik dengan Hilmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di bawah Anis, PKS mencari konfigurasi politik yang cocok. PKS kini sedang mencoba apakah tetap mempertahankan koalisi atau keluar, karena itu Anis mencoba banyak manuver," terangnya.

Manuver yang dilakukan Anis, lanjut Arie, lebih kepada tindakan yang menggambarkan PKS tidak sepenuhnya di bawah kendali Demokrat. Anis sebagai leader PKS cenderung mengusung tema perdebatan politik, yang tentunya akan membawa politisi PKS dikenal publik karena terus muncul ke permukaan.

"Kalau faksinya Tifatul dan Hidayat low profile, mereka cenderung kompromi, dibanding menjudge sana-sini dalam menyikapi fenomena politik yang berkembang," imbuhnya.

Salah satu alasan kenapa Anis bermanuver keras pada koalisi, ditengarai salah satu penyebabnya adalah sejak awal Anis tidak sreg dengan pilihan untuk bergabung dengan koalisi SBY.

"Anis tipe fighter, dan dia punya strategi berbeda dalam politik," analisis Arie.

Meski kubu tua atau biasa dikenal Faksi Keadilan masih berhitung untung dan rugi menjadi oposisi, namun langkah Anis menjadi oposisi diperkirakan akan mulus. Di partai tidak ada yang bisa menandingi ketokohan Anis.

Namun PKS perlu kembali memikirkan juga jika menjadi oposisi, maka akan kehilangan kursi menteri yang notabene merupakan sumber daya potensial untuk 2014.

"Kursi menteri resources ke rakyat. Hubungan sosial akan efektif dengan konstituen lewat kursi menteri," katanya.

Sementara itu Presiden PKS Luthfie Hasan menampik ada perbedaan di tubuh partainya. PKS dalam menyikapi koalisi hanya bersifat menunggu.

"Siapa yang dimaksud berbeda? Itu tidak ada. Keputusan koalisi atau oposisi kita menunggu keputusan SBY," tutur Luthfie.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini