Komnas PA: Berlebihan, Siswa Di-DO karena Status FB

Komnas PA: Berlebihan, Siswa Di-DO karena Status FB

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2011 12:33 WIB
Komnas PA: Berlebihan, Siswa Di-DO karena Status FB
Jakarta - Tiga siswa/siswi SMK di Bogor sempat di-DO akibat memposting status "Sekolahku Korupsi loh" di Facebook. Keputusan sekolah ini dinilai berlebihan oleh Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA). Meski masalah sudah selesai, namun Komnas PA akan tetap memantau.

"Saya kira berlebihan, mengarah pada pemberangusan hak anak mendapatkan kesempatan pendidikan. Dengan melakukan DO itu selain merampas kemerdekan juga merusak masa depan anak," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/3/2011).

Ditambahkannya, sekolah bukan saja tempat untuk mentransfer ilmu kepada siswa sehingga mereka pintar, namun lebih dari itu juga memberikan bimbingan agar memiliki budi pekerti yang baik. Selain itu, sekolah juga memiliki peran membimbing siswa agar menggunakan internet dan teknologi dengan sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau misalnya guru terganggu dengan apa yang dilakukan anak, maka tanggung jawab guru untuk membimbing dan bukan malah meng-DO. Dengan meng-DO berarti sekolah tidak mengajarkan demokrasi," tambah pria berkacamata ini.

Tindakan meng-DO siswa itu juga dinilainya melanggar UU Perlindungan Anak, di mana anak memiliki hak mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi. Sekolah, lanjut Arist, tidak seharusnya membungkam aspirasi.

"Seharusnya dibimbing, diingatkan, didiskusikan. Kalau masih dikelurakan, Komnas PA jadi garda terdepan untuk memperjuangkan hak mereka kembali sekolah. Kami akan terus pantau ini," kata Arist.

Masalah ini berawal dari postingan siswa SMK di Bogor, FM yang menulis 'Sekolahku Korupsi Loh!' di akun Facebook miliknya. Tulisan itu diposting di dinding akun siswi itu tanggal 8 Februari lalu. Alhasil, tulisannya itu dikomentari oleh 17 temannya.

Dua di antaranya merupakan teman sekelas FM yang berisinial FP (16) dan DA (16). Dua teman FM itu juga turut di-DO lantaran ikut berkomentar. DA hanya memberi komentar 'iya hehee'. Sedangkan FP memberi tanda jempol (like this).

Mereka bertiga sempat dikeluarkan dari sekolah pada 14 Februari lalu. Namun pihak sekolah akhirnya mau menerima mereka lagi, dan akan kembali bersekolah pada 7 Maret mendatang.

(vit/nrl)


Berita Terkait