Israel Tangkap Kembali Anggota Parlemen Hamas

Israel Tangkap Kembali Anggota Parlemen Hamas

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2011 12:00 WIB
Israel Tangkap Kembali Anggota Parlemen Hamas
Tepi Barat - Pasukan Israel telah menangkap kembali seorang anggota parlemen Hamas, Azzam Salhab di pinggiran Kota Hebron, Tepi Barat. Salhab ditangkap beserta sejumlah anggota parlemen lainnya ketika melewati pos pemeriksaan Israel di jalan antara Kota Ramallah dan Hebron.

Namun berbeda dengan Salhab, anggota-anggota parlemen lainnya yang ditangkap telah dilepaskan tak lama kemudian. Demikian disampaikan pejabat-pejabat keamanan Palestina seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (4/3/2011).

Salhab baru saja dibebaskan dari penjara Israel lima bulan lalu. Menyusul penangkapannya pada Rabu, 2 Maret waktu setempat, Salhab kini telah dipindahkan ke penjara Etzion di sebelah utara Hebron. Ini ketiga kalinya pria berumur 54 tahun itu ditangkap pasukan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salhab bukan satu-satunya figur Hamas yang ditangkap kembali oleh pasukan Israel. Lusinan dari 64 anggota parlemen Hamas yang ditahan Israel pada tahun 2006 telah ditangkap kembali beberapa bulan terakhir.

Pasukan Israel mulai menangkapi anggota-anggota parlemen Hamas pada tahun 2006 setelah penangkapan prajurit Israel, Gilad Shalit. Tentara Israel itu berada dalam tahanan Hamas sejak tahun itu.

Shalit ditangkap oleh pejuang-pejuang Palestina pada Juni 2006 lalu setelah menyusup ke wilayah Jalur Gaza. Agar Shalit dibebaskan, Hamas menetapkan syarat. Hamas meminta pembebasan sekitar 1.400 warga Palestina yang ditahan tanpa dakwaan di penjara-penjara Israel sebagai ganti pembebasan Shalit. Namun pemerintah Israel tidak menyetujui tawaran Hamas tersebut.

Hamas menyatakan, kesepakatan pembebasan Shalit bisa terlaksana seandainya pemerintah Israel menunjukkan keseriusan dalam melakukan perjanjian pertukaran tahanan.

Namun pembicaraan antara Hamas dan Israel mengenai Shalit terhenti sejak akhir tahun 2009 lalu. Negosiasi itu dimediasi oleh Mesir dan Jerman.

(ita/nrl)


Berita Terkait