Suhardi adalah ketua umum Partai Gerindra. Saat dihubungi detikcom, Jumat (4/3/2011), Suhardi memang membenarkan ada kemungkinan Gerindra akan masuk kabinet. Hal ini bisa terjadi, apabila syarat-syarat yang diajukan partai Gerindra soal perbaikan pertanian diterima SBY.
"Kalau misalnya syarat 8 aksi, seperti penghentian impor beras dan berhenti menjual BUMN diterima dan kalau kita di sana bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah tentu dari partai akan ada pertimbangan-pertimbangan tertentu," ujar Suhardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum tahu itu. Itu kan masih katanya. Tapi untuk menteri pertanian memang kita siapkan sudah sejak lama. Memang orang yang profesional dan mengerti bidang itu. Sehingga nanti dalam waktu yang pendek bisa langsung bekerja tanpa belajar lagi," ujar pria santun ini.
Suhardi berharap jika Gerindra masuk kabinet maka yang akan diperjuangkan adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dia memaparkan panjang lebar program Gerindra soal ketahanan pangan.
"Membuka 4 juta hektar lahan pertanian itu selain akan menciptakan ketahanan pangan, juga akan membuka lahan pekerjaan untuk 12 juta orang," terangnya.
Nah itu kelihatannya sudah siap jadi menteri? "Ah itu kan masih katanya-katanya," tutup profesor ini sambil tertawa.
Suhardi selama ini memang lebih terkenal sebagai tokoh pertanian. Namanya populer di kalangan akademisi pertanian dan kehutanan. Suhardi merupakan Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Di UGM, dia juga pernah menjadi Dekan Fakultas Kehutanan tahun 1999.
Suhardi juga pernah menjadi Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Kemudian bergabung dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Pemegang gelar master dan doktor di bidang fisiologi pohon dari University of the Philippines Los Baños (UPLB) ini juga menjadi staf ahli Dewan Ketahanan Pangan Nasional Departemen Pertanian dari tahun 2002 sampai 2008.
Suhardi dikenal sebagai pria yang sederhana. Mahasiswanya di UGM selalu mengingat kebiasaan sang guru besar: sering bersepeda jika berangkat mengajar dari rumahnya di Depok, Sleman, ke UGM.
(rdf/asy)











































