"Belum ada deklarasi kok. Tapi kalau dicalonkan siap," kata pria yang akrab disapa Sani ini dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/3/2011).
Dijelaskan dia, PKS masih fokus kerja sehingga belum ada keputusan apa pun terkait calon yang akan dimajukan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI. Sekitar akhir tahun, imbuh Sani, kemungkinan baru ada sikap PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkannya, PKS merupakan partai kader. Sehingga siapa pun yang dicalonkan, kadernya akan selalu siap. "Insya Allah stok kita banyaklah," sambung dia.
Sementara itu Ketua DPW PKS DKI Selamat Nurdin menyatakan masih menunggu UU tentang pelaksanaan pemilukada. Selain itu sedang dijajaki pula calon dari internal yang bisa diterima pasar maupun internal. PKS juga tengah menjajaki siapa mitra koalisi yang bisa diajak bekerja sama membangun Jakarta.
"Memang ada beberapa nama dari internal yang saat ini sedang dilakukan uji publik. Saat ini kita memastikan bahwa calon PKS yang maju nanti itu adalah orang yang mendengarkan aspirasi masyarakat," ujar Selamat.
Disampaikan dia, mungkin saja PKS bisa menang dalam pilkada di Depok dan Bekasi, tapi untuk pemilihan gubernur di DKI memerlukan strategi berbeda. Hal ini dikarenakan apa yang ditentukan oleh daerah juga ditentukan oleh pusat mengingat posisi Jakarta sebagai ibukota.
Apakah Triwisaksana mencuat di internal sebagai calon? "Ya memang menguat. Tapi ada nama beberapa lagi. Bagi kita siapa pun yang maju dia harus menampung aspirasi publik. Intinya Belanda masih jauh lah," kata Selamat.
Bagi PKS posisi sebagai gubernur ataupun wakil gubernur untuk diisi kadernya, sama saja. "Ya gubernur atau wakil gubernur kita okelah," kata Selamat.
(vit/nrl)











































