Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono saat menghadiri acara menanam pohon yang bertajuk 'We Do Green' di Ancol Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (4/3/2011). Acara ini seharusnya dihadiri Presiden SBY, tapi SBY mendadak absen karena ada rapat internal di Cikeas.
Berikut wawancara wartawan dengan Agung Laksono:
Pak, Pak Djoko (Menko Polhukam Djoko Suyanto) sudah ketemu Pak Ical?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada rencana komunikasi langsung dengan Pak Ical?
Saya kira iya. Tetapi mengenai waktu dan kapan, saya tidak tahu.
Surat sudah diterima?
Saya nggak tahu. Saya belum dengar itu.
Hari ini Pak Ical dipanggil ke Istana?
Nggak tahu. Saya nggak dengar itu karena Pak Ical ada di luar kota.
Rencana itu ada?
Saya kira ada. Kan dari kemarin sudah mulai. Saya kira itu baik.
Reshuflle jadi?
Jangan tanya ke saya.
Golkar menanggapi gimana dari Pak Ical soal pernyataan Presiden?
Kalau itu saya kira sudah berkali-kali disampaikan. Tergantung dari Pak Presiden. Yang penting buat saya ke depan, tentu sebagaimana anjuran beliau kembali pada kesepakatan-kesepakatan dari yang sudah ditandatangani oleh ketua umum anggota koalisi parpol dan membantu pemerintahan, saya kira secara konsisten.
Kedua imbauan itu untuk tidak saling tuding menuding di antara elit-elit politik para anggota koalisinya itu menambah kegaduhan saja, saya kira sudahlah itu kita patuhi. Dengan demikian maka tercipta iklim yang lebih sejuk, kondusif, untuk pembangunan negeri ini. Kan ini nggak lama lagi tinggal 3,5 tahun.
Ini juga sudah saya sampaikan pada teman-teman di Golkar dan di DPR untuk tidak saling bantah membantah.
Golkar merasa melanggar 11 kesepakatan?
Pokoknya kita patuhi saja.
Golkar menjadi oposisi bagaimana?
Ooo tidak. Karena dalam Munas di Pekanbaru, ada dua pilihan mau oposisi atau koalisi. Semuanya sepakat koalisi. Dan itu diamanatkan kepada Pak Ical. Tetap konsisten pada koalisi. Bukan hanya itu tetapi melaksanakan butir-butir kesepakatan itu.
Ada instruksi khusus dari Pak Ical?
Supaya sama-sama melaksanakan tugas dengan baik yang di parlemen juga begitu maupun di eksekutif. Ya dua-duanya sama-sama Partai Golkar di eksekutif dan legislatif supaya turut menciptakan iklim kondusif.
Sekadar mengingatkan, Presiden SBY dalam pidatonya Rabu (1/3) sore, mengatakan bahwa ada informasi bahwa kesepakatan koalisi telah dilanggar oleh satu atau dua parpol anggota koalisi. Maka segera dilakukan evaluasi terhadapnya dan diharapkan bisa ditemukan solusi untuk masalah yang dialami koalisi akhir-akhir ini.
"Kesepakatan itu sesungguhnya terdiri dari 11 butir, pada saatnya, jika diperlukan, akan saya jelaskan pada publik supaya terang apa substansinya," kata SBY.
(aan/nrl)











































