"Ya nggak apa-apa. Reshuffle itu hak prerogatif Presiden. Artinya sejak diangkat, saya siap direshuffle," kata Suswono saat menghadiri acara menanam pohon yang bertajuk 'We Do Green' di Ancol Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (4/3/2011).
Suswono mengaku belum menerima informasi seputar reshuffle dari partainya."Itu kan urusan partai," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan dia, tidak ada pembicaraan apa pun dengan partai. "Saya belum dipanggil. Tapi pada dasarnya, saya tidak ada beban. Saya tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk soal reshuffle," kata dia.
Ketika ditanya mengenai apakah pernyataan Presiden yang akan mengkomunikasikan ke pimpinan partai sudah dilakukan, Suswono mengaku tidak tahu.
"Saya nggak tahu. Pokoknya saya sekarang ini pada posisi sebagai menteri. Ini lebih orientasi pada kerja. Artinya untuk membantu sepenuhnya Presiden dan saya lakukan itu seprofesional mungkin," kata dia.
"Karena memang saya itu diwakafkan oleh partai untuk membantu Presiden. Makanya jabatan saya di DPP dicabut, supaya saya bisa bekerja sepenuhnya," lanjut Suswono.
Kalau posisi Bapak digantikan politisi Gerindra ikhlas? "Ya. Saya tidak ada beban. Menempatkan menteri hak prerogratif Presiden," jawab dia.
Suswono juga mengaku belum dipanggil oleh Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Gunjang-ganjing reshuffle juga tidak mengganggu kinerjanya.
"Yang jelas saya belum dipanggil dan belum ada komunikasi itu. Tapi sekali lagi bagi saya itu tidak terpengaruh," akunya.
(aan/nrl)











































