YLKI: Tarif Taksi Sudah Ideal
Selasa, 25 Mei 2004 14:30 WIB
Jakarta - Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bagian Transportasi, Tulus Abadi, menilai tepat bila usulan kenaikan tarif taksi hingga 90% harus diproses lewat Dewan Transportasi Kota (DTK) yang sayangnya belum terbentuk saat ini. Namun, tarif taksi selama ini menurutnya sudah ideal."Tarif taksi sudah ideal, sudah cukup memberikan keuntungan bagi pengusaha," kata Tulus dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/5/2004) pukul 14.00 WIB. Menurutnya, jika usulan itu digodok, maka harus dilakukan audit lebih dulu. Tulus juga menilai bahwa kenaikan tarif itu hanya diusulkan oleh Organda DKI Jakarta saja dan belum merupakan suara operator taksi secara keseluruhan. Menurut pria yang juga diajak menggagas DTK ini, yang dikeluhkan para pengemudi taksi bukan pada tarif, tapi lebih karena jumlah armada taksi yang sangat banyak."Itu menyebabkan persaingan tidak sehat. Hal itu berdampak pada konsumen. Pengemudi dikejar-kejar setoran," kata Tulus.Tulus mengingatkan, bisnis taksi sebenarnya sudah penuh, antara supplay dan demand tidak seimbang. Pada tahun 1998 lalu misalnya, izin taksi di Jakarta sudah ditutup. Tapi para pengusaha menyiasatinya dengan mencari izin dari luar Jakarta, tapi tetap beroperasi di Jakarta."Menurut saya, masalah perizinan ini yang harus dibenahi dulu. Sebab taksi yang berizin di luar Jakarta tidak fair jika beroperasi dan memenuhi jalanan di Jakarta," tegas Tulus.
(nrl/)











































