Pendapat itu disampaikan oleh analis Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Jumat (4/3/2011). Arya menyampaikan hal itu ketika ditanya mengenai untung rugi PDIP dan Gerindra bergabung dalam koalisi.
Jika bergabung dengan pemerintah, lanjut Arya, PDIP memiliki momentum untuk mengembalikan persepsi positif kelas menengah ke bawah dan mengkonsolidasikan mereka secara politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya menambahkan, kesediaan PDIP untuk menerima pinangan koalisi akan berimplikasi pada munculnya konflik politik di internal PDIP. Beberapa faksi politik di internal PDIP akan mati-matian menolak bergabung dengan pemerintah.
"Selain karena putusan kongres, Megawati belum memberikan lampu hijau untuk bergabung dengan pemerintah," tandas Arya.
Sementara berkah politik yang akan dinikmati oleh Gerindra bila bergabung dengan koalisi adalah tersedianya momentum politik untuk meningkatkan kadar elektabilitas Prabowo Subianto.
"Tidak adanya figur kuat di internal Demokrat dalam Pemilu 2014 memberi kesempatan bagi Prabowo untuk menjadi kandidat kuat dan bisa menyalip tokoh-tokoh Demokrat," paparnya.
(mpr/mok)











































