FM (17), siswi kelas 2 SMK mengaku senang karena dapat kembali bersekolah. "Saya senang bisa sekolah lagi. Saya mulai sekolah Senin, 7 Maret," kata FM saat dihubungi wartawan, Kamis (3/3/2011) malam.
Ibunda FM, Romlah mengatakan, setelah mengadukan nasib anaknya ke Komisi D DPRD Kota Bogor, para orangtua murid dan pihak sekolah dipanggil pada Kamis (3/3) siang untuk mediasi. Dalam kesempatan itu, kedua pihak menyampaikan duduk perkaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan pertemuan itu, Komisi D DPRD Kota Bogor mendesak agar pihak sekolah segera memberi keputusan terhadap ketiganya. "Akhirnya, pihak sekolah memutuskan untuk menerima kembali anak saya," katanya.
Sementara itu, FM mengaku menyesal dengan tindakannya. Ia berjanji tidak akan gegabah lagi menulis sesuatu di facebooknya.
"Ini pelajaran berharga buat saya. Saya menyesal, meski saya tidak menyebut nama. Tapi nanti saya akan lebih hati-hati lagi," katanya.
Ia juga mengaku telah meminta maaf kepada pihak sekolah atas tindakannya itu. "Waktu pertemuan di DPRD, saya dan teman-teman sudah minta maaf," katanya.
Beruntung saja, pihak sekolah tidak membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Karena bisa saja FM dijebloskan ke penjara karena tulisannya itu.
"Sekolah hanya mengeluarkan kami saja, tidak melapor ke polisi," katanya.
FM juga mengaku tidak mengetahui adanya UU ITE yang salah satunya mengatur mengenai kebebasan berbicara melalui internet. "Saya nggak tahu apa itu ITE," jawabnya polos.
(mei/mok)











































