Penemuan uang palsu pertama kali diketahui oleh Jantio Sihotang. Ia curiga lantaran sepeda motor yang dititipkan seorang pria setengah baya kepadanya, Rabu (2/3/2011) pagi, tak kunjung dijemput. Padahal pria misterius tersebut berjanji akan mengambil sepeda motornya pada Kamis pagi.
Merasa curiga, Jantio serta beberapa warga kemudian membuka isi bagasi sepeda motor dan menemukan lembaran uang palsu tukaran lima puluh ribuan senilai Rp 7.250.000. Selain uang palsu, juga ditemukan telepon genggam, kaset pita yang diduga akan digunakan sebagai benang pengaman uang dan sejumlah barang bukti lainnya. Penemuan itu langsung dilaporkan ke Mapolsekta Medan Helvetia.
"Saya tidak kenal siapa namanya. Vespa itu dititipkan kemarin. Rencananya akan dijemput Kamis pagi, tapi hingga sore pemiliknya tidak datang juga, karena itu kami periksa," kata Jantio.
Sementara Kanit Reskrim Polsekta Medan Helvetia, AKP Zulkarnaen Harahap mengatakan, uang palsu tersebut diduga akan diedarkan pelaku.
"Melihat sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, kemungkinan besar ini merupakan jaringan pembuat uang palsu," kata Zulkarnaen.
Guna penyelidikan lebih lanjut, petugas kemudian membawa uang palsu, sepeda motor berikut barang bukti lainnya ke Mapolsekta Medan Helvetia.
(rul/mok)










































