Organda Usul Tarif Taksi Naik 90%, Gubernur Tunggu DTK

Organda Usul Tarif Taksi Naik 90%, Gubernur Tunggu DTK

- detikNews
Selasa, 25 Mei 2004 13:42 WIB
Jakarta - Di tengah hidup yang kian mahal, Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan Raya (Organda) DKI Jaya mengusulkan kenaikan tarif taksi sebesar 90%!Menanggapi itu, Gubernur Sutiyoso menyatakan, usulan tersebut harus melalui Dewan Transportasi Kota (DTK). "Saya sangat berharap DTK sudah bisa aktif. Tentu yang kayak-kayak begini harus lewat mereka, karena mereka isinya pakar dari semua aspek yang berkaitan dengan angkutan umum," kata Gubernur DKI Sutiyoso di Balaikota DKI Jakarta, Jl.Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2004).Menurutnya, usulan kenaikan tarif itu harus memiliki alasan yang jelas. "Kita lihat dulu reasoning apa? Naiknya segitu banyak kan masyarakat yang jadi korban, walaupun sebenarnya taksi itu tarifnya tarif pasar," ungkap Sutiyoso.Sutiyoso menegaskan, kenaikan itu harus dipertimbangkan aspek sosial yang lain. "Masalah ini akan dibahas dengan DTK. Mereka harus bisa jadi penasihat gubernur dalam membuat kebijakan di bidang transportasi. Ini bisa kita diskusikan secara matang," tandas Sutiyoso.Pada Senin kemarin Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Sukri Bey, menyatakan bahwa Organda DKI Jakarta telah mengusulkan kenaikan tarif taksi nyaris 100% itu pada Maret silam.Rinciannya, tarif flag fall (buka pintu) taksi saat ini yang Rp 3.000 diusulkan naik menjadi Rp 5.700. Tarif per kilometer juga diusulkan naik menjadi Rp 2.000 dari saat ini Rp 1.600. Khusus untuk jam tunggu, diusulkan menjadi Rp 18.000 per jam dari tarif sekarang Rp 12.000 per jam.Usulan kenaikan tarif karena biasanya tarif taksi naik setiap dua tahun. Pada 1996 tarif flag fall taksi menjadi Rp 1.500. Pada 1998 naik menjadi Rp 2.000 dan pada 2001 naik lagi menjadi Rp 3.000. Sejak itu sampai sekarang, tarif taksi belum dinaikan lagi.Saat ini armada taksi di Ibukota ada 24 ribu unit sedangkan daya serap pasar mencapai 27 ribu unit. Tapi faktanya, banyak taksi luar Jakarta yang merangsek ke Ibukota. (nrl/)


Berita Terkait