Annisa, Romiati, Indah Amalia dan Sheila Tri Nolan adalah siswi sebuah Sekolah Menengah Pertama di kawasan Grogol yang menjadi korban hipnotis. Saat melancarkan aksinya, Ginanjar mengajak korban ke Mal di Jakarta Selatan untuk menukar handphone.
Sesampainya di mal tersebut, bukannya HP baru yang didapat para siswi, mereka justru harus rela uang dan telpon genggamnya dipretili pelaku. Dalam keadaan tidak sadar, para sisiwi ditinggal begitu saja oleh Ginanjar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Takut aksinya ketahuan, Ginanjar mengambil langkah seribu saat dipanggil. Pihak keamanan dan orang tua para siswi langsung mengejarnya. Setelah tertangkap, Ginanjar dibawa ke Pos RW di Grogol.
Di hadapan para orangtua korban, Ginanjar mengakui semua perbuatannya. Seketika bogem mentah dan tendangan mendarat di wajah dan tubuhnya. Warga yang sudah berkerumun juga tak kuasa menahan emosi, dengan membabi buta menghajar Ginanjar.
Beruntung petugas segera datang. Dengan wajah bonyok, berlumuran darah Ginanjar diamankan ke Pos Pol terdekat. Selanjutnya Ginanjar dibawa ke Polsek Tanjung Duren untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP, Johari Bule saat dikonformasi membenarkan adanya kejadian ini. "Kasus kita limpahkan ke Polda karena lokasi kejadiannya di Grogol dan Kalibata," jelasnya.
(did/mok)










































