Partai Demokrat Bantah Dukung Syariat Islam

Partai Demokrat Bantah Dukung Syariat Islam

- detikNews
Selasa, 25 Mei 2004 13:17 WIB
Jakarta - Partai Demokrat (PD) membantah partainya mendorong atau mendukung syariat Islam. Menurut Ketua Umum Partai Demokrat Budhisantoso, isu itu merupakan negative campaign yang dilakukan pihak-pihak yang ingin memperkecil peluang SBY-Kalla."Saya sebenarnya tak ingin mengcounter isu itu, tapi isu itu belakangan semakin kuat, di mana seolah-olah saya sebagai ketua umum mendukung syariat Islam atau Jakarta Carter," jelas Budhi kepada wartawan di kantor DPP PD, Jl. Pemuda, Jakarta Timur, Selasa (25/5/2004)."Itu tidak benar, saya tidak pernah mengatakan hal itu. Partai Demokrat siap untuk bekerjasama dengan siapa pun yang mendukung Pancasila dan UUD 1945," tambah Budhi.Pada kesempatan itu, Budhisantoso menyatakan, isu PD mendukung Syariat Islam berawal dari pernyataan Sekjen PBB MS Kaban di sebuah koran ibukota, yang seolah-olah menjadi pernyataan dirinya itu. Padahal menurutnya, kerjasama PD, PKPI dan PBB saat deklarasi SBY-Kalla beberapa waktu lalu, kesemuanya untuk mendukung SBY-Kalla dan mendukung Pancasila dan UUD '45."Jadi kerja sama antara PD dan PBB tidak pernah membicarakan atau menyinggung Syariat Islam. Bahkan, PBB tidak mempersoalkan hal itu," ujar Budhi. Sementara menurut Wakil Sekjen DPP PD, Max Sopacua, ebenarnya isu itu muncul karena saat ini merupakan dimulainya kompetisi dalam babak pertama. Filosofinya, hampir sama dalam pertandingan olahraga, semua pemain saling singkir menyingkirkan untuk maju dalam babak final."Jadi pola ini memang dilakukan sebagai bagian dari negative campaign," tegas mantan reporter TVRI itu.Bila berbicara soal Syariat Islam, menurut Max, bagi SBY dan Kalla adalah sesuatu yang tidak mungkin seperti yang disebutkan koran Tempo edisi 18 Mei 2004 halaman 4. Isu yang ditiupkan itu untuk memperkecil peluang SBY-Kalla pada putaran berikutnya."Ini adalah ulah dan pekerjaan mereka yang kita anggap sebagai lawan politik. Saya tidak bisa sebut siapa-siapanya, karena kita dalam suatu kompetisi," jelasnya lagi. Untuk mengcounter isu itu, pihaknya akan melakukan counter opini dengan memberikan pengertian kepada semua pihak.Max membantah mengenai keberadaan Yusril Ihza Mahendra yang mendukung SBY-Kalla dikatakan sebagai dukungan terhadap Syariat Islam. Yusril, menurut Max, dalam pembekalan Tim Kampanye SBY-Kalla mengatakan alasan bergabung dan tidak mempermasalahkan lagi soal Syariat Islam.Dalam kesempatan yang sama, Budhi juga membantah isu bahwa partainya menolak bergabung dengan Partai Damai Sejahtera (PDS). "Itu tidak benar, tidak ada alasan bagi PD untuk menolak PDS," katanya.Keputusan bergabung atau tidaknya suatu partai ke PD, menurut dia, merupakan permasalahan intern partai masing-masing. Walau memang belakangan PDS akhirnya memutuskan mendukung Megawati-Hasyim Muzadi, secara individual memang masih ada kader PDS yang menyatakan ingin mendukung SBY-Kalla. (asy/)



Berita Terkait