"Dalam konteks ini, saya melihat apalagi Minggu lalu memanggil seluruh anggota fraksi dan menyampaikan beberapa hal. Jadi saya melihat tawaran yang diajukan SBY bukan hal baru karena 2004-2009 sudah pernah. Sekarang ini memang ada komunikasi tapi apapun keputusan PDIP ditentukan Ibu Mega. Hanya Mega yang bisa menentukan arah kebijakan apakah PDIP masuk atau tidak ke dalam koalisi," ujar Pram kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/3/2011).
Hal ini disampaikan Pram menanggapi dukungan TK menyerahkan sikap PDIP ke koalisi kepada Puan Maharani. TK bahkan mengungkap adanya pertemuan Puan dengan Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau melihat pandangan, pola pikir dan konsistensi Megawati selama ini, PDIP akan tetap konsisten dengan arah kebijakan. Tapi, komunikasi antara TK dengan SBY dan PD juga merupakan hal yang baik karena menghilangkan oposisi yang diametral antara PD degan PDIP," terang Pram.
Namun Pram tak memungkiri kemungkinan komunikasi yang lebih baik antara PD dengan PDIP. Namun posisi PDIP tak akan pernah masuk ke pemerintahan.
"Apa yang menjadi konsistensi Ibu Mega bukan persoalan oposisi atau koalisi. Terminologi yang digunakan adalah berada di luar pemerintahan," tandasnya.
(van/gun)











































