Tak Ada Kaitan Penikaman Wartawan Papua dengan Oral Seks Polisi

Tak Ada Kaitan Penikaman Wartawan Papua dengan Oral Seks Polisi

- detikNews
Kamis, 03 Mar 2011 16:47 WIB
 Tak Ada Kaitan Penikaman Wartawan Papua dengan Oral Seks Polisi
Jakarta - Kasus penikaman wartawan Banjir Ambarita tidak ada hubungannya dengan kasus oral seks yang menjerat tiga oknum kepolisian Kepolisian Resort Tengah Jayapura. Polda Papua masih terus menyelidiki kasus kekerasan yang menimpa Banjir.

"Kita tunggu saja penyelidikan dari penyidik," ujar Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi.

Ito mengatakan itu usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII terkait penanganan penyerangan Cikeusik dan Temanggung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ito, hingga kini pihak Polda Papua belum mengetahui motif penikaman Ambarita yang terjadi sekitar pukul 01.45. Ito meminta kasus itu didalami dengan mencari bukti-bukti agar pelakunya dapat ditangkap.

Ito menambahkan, kasus penikaman wartawan itu masih ditangani Polda Papua. Mabes Polri belum dimintai bantuan oleh Polda Papua.

"Kalau memang Pak Kapolda memerlukan bantuan unit yang diperlukan kita akan kirimkan. Kita akan back up daerah sesuai dengan permintaan mereka," kata Ito.

Banjir Ambarita ditikam oleh dua pengendara motor tak dikenal saat sedang berkendara di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, hari ini sekitar pukul 01.45 dini hari.

Seperti diketahui, saat ini media massa di Jayapura tengah marak memberitakan aib tiga polisi Polres Tengah Jayapura yang memaksa seorang tahanan wanita berinisial A melakukan oral seks sejak November 2010 silam. Sejumlah wartawan lantas langsung mengaitkan peristiwa penusukan dengan pemaksaan oral seks polisi nakal tersebut.
(nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini