SBY-Kalla Menang, Pengusaha Dijadikan Mitra Penting
Selasa, 25 Mei 2004 12:08 WIB
Jakarta - Ada iming-iming dari SBY-Kalla. Kalau duet bernomor urut 4 ini menang, maka pengusaha akan ditempatkan sebagai mitra penting. Iming-iming itu disampaikan Cawapres Jusuf Kalla. Dia berjanji tidak akan menjaga jarak dengan pengusaha dan menempatkan mereka sebagai mitra penting jika duetnya dengan SBY dalam Pilpres nanti mendapat dukungan terbesar."Tentu tidak (jaga jarak). Bagaimana mungkin negara tanpa pengusaha. Siapa yang akan bayar pajak? Jadi hubungan harus dekat, asal jangan KKN, ya caranya jangan berbuat salah."Demikian kata Kalla menjawab pertanyaan wartawan usai menjadi pembicara seminar "Dunia usaha dalam percaturan politik Indonesia mutakhir" di Hotel Sahid Jaya, Jl.Sudirman, Jakarta, Selasa (25/5/2004).Ditanya soal dana kampanye, Kalla mengaku sejauh ini masih terus dilakukan penggalangan dana dari simpatisan dan teman-temannya. Tapi soal bagaimana caranya, dia menolak menyebutkan, termasuk berapa dana yang sudah terkumpul saat ini.Kalla juga tidak menjelaskan secara detail bagaimana upayanya menghindari KKN yang justru sering terjadi akibat adanya kedekatan antara pengusaha dan penguasa. Dia hanya menjelaskan KKN bisa dihindari dengan tidak berbuat salah.Menurut Kalla, ada 3 poin yang bisa dilakukan untuk menghindari KKN. Salah satunya korupsi, yakni dengan mencipatkan sistem pemerintahan yang baik, pengawasan yang baik, dan hukum yang berjalan. Dari sisi hukum, tidak hanya sekadar reformasi hukum, tapi juga bagaimana pelaksanaannya."Jika tiga hal itu bisa dijalankan, saya yakin bisa menghapuskan korupsi," ujarnya. Sebagai mantan pengusaha, Kalla mengaku akan berbuat yang lebih baik. Karena itu nantinya dia akan menempatkan pengusaha dalam posisi yang strategis."Pengusaha dan penguasa saling terkait. Bahkan jika biaya proses demokrasi di Indonesia tinggi, pejabat akan tetap bergantung pada pengusaha," katanya.Di era kepemimpinan Soeharto, tutur Kalla, banyak pengusaha yang melakukan pendekatan dengan pejabat. Sehingga kabinet yang terbentuk saat itu nyaris seluruhnya berisi birokrat, sementara pengusaha di luar sistem birokrat."Sedangkan era reformasi, dengan semakin tingginya harga politik, karena banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk kampanye, maka semakin banyak pengusaha yang masuk dalam kancah politik," katanya.Diungkapkan Kalla, ada bermacam motif yang mendasari sikap pengusaha terjun ke dunia politik. Antara lain ingin memperjuangkan nasib daerahnya, ingin tetap menjaga networking-nya, dan ingin menjaga kepentingan usahanya.Mengenai strategi ekonomi yang akan dilakukan jika terpilih, Kalla akan memfokuskan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Namun pihaknya akan menitikberatkan pada kemampuan SDM. Karena itu Kalla berani menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2007-2008 sebesar 7 persen.
(sss/)











































