Penyebab Kemacetan di Jakarta Menurut Polisi

Penyebab Kemacetan di Jakarta Menurut Polisi

- detikNews
Kamis, 03 Mar 2011 15:49 WIB
Penyebab Kemacetan di Jakarta Menurut Polisi
Jakarta - Kemacetan di Jakarta sudah masuk kategori akut. Penyebabnya, ada beberapa faktor. Mulai dari faktor pengendaranya, maupun sarana prasarana.

"Banyak faktor yang menyebabkan kemacetan di Jakarta ini. Mulai dari faktor si pengendaranya maupun sarana dan prasarananya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa, Kamis (3/3/2011).

Royke menyebut, faktor pertama kemacetan yakni jumlah kendaraan yang semakin meningkat. Memasuki tahun 2011 ini, jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 11 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling banyak yakni motor yang mencapai 7 juta unit," katanya.

Kurang layaknya angkutan umum menjadi penyebab pertumbuhan kendaraan pribadi semakin melesat. "Lama-lama orang meninggalkan angkutan umum dan kendaraan pribadi semakin banyak," katanya.

Royke mengatakan, jumlah kendaraan itu tidak sebanding dengan luas ruas jalan yang ada. ‎​Panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI. Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahun.

"Sehingga tidak mampu menampung kendaraan yang berlalu-lintas," katanya.

Kurang memadainya prasarana bagi pejalan kaki menjadi salah satu faktor kemacetan. Misalnya saja, minimnya trotoar di jalan membuat pejalan kaki tumpah ruah ke jalan.

"Hal ini mengakibatkan laju kendaraan terhambat sehingga mempengaruhi kendaraan yang dibelakangnya," katanya.

Sarana rambu yang kurang juga mempengaruhi percepatan laju kendaraan. Tidak adanya rambu parkir di sejumlah ruas jalan, membuat kendaraan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.

Selain itu, banyaknya hambatan samping semakin memperparah kemacetan Jakarta. Contohnya saja, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berjualan di pinggir jalan menghambat kelancaran lalu lintas.

"Untuk PKL ini, yang berwenang menindak itu Satpol PP. Makanya perlu adanya kerjasama dengan PKL," katanya.

Keberadaan mal atau gedung perkantoran juga menjadi hambatan samping. Akses masuk ke mal yang tidak tertata dengan baik dapat menimbulkan kemacetan.

"Kalau pintu masuknya terlalu dekat dengan jalan raya dapat menghambat kendaraan yang melintas di depan gedung tersebut. Mobil yang mau masuk ke mal atau gedung kantor kan otomatis dia memelankan lajunya dan menghambat kendaraan lain," paparnya.

Faktor cuaca juga mempengaruhi kemacetan. Di kala hujan turun, banyak ruas jalan yang tergenang air.

"Ini kemudian membuat laju kendaraan lambat dan akhirnya mengantre ke belakang sehingga akhirnya macet," katanya.

Untuk itu, kata dia, saluran drainase di ruas jalan Jakarta perlu diperbaiki. "Agar tidak ada lagi genangan air," katanya.

Fator yang paling mendasar yakni kesadaraan pengguna jalan. Kurang sadarnya masyarakat akan ketertiban berlalu lintas dapat berdampak terhadap kemacetan.

"Kalau orang nggak mau sadar, misalnya di situ sudah ada larangan parkir tapi tetap parkir, itu kan bisa menyebabkan macet," tutupnya.

(mei/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads