AS Bersikeras Tidak Serang Pesta Perkawinan di Irak

AS Bersikeras Tidak Serang Pesta Perkawinan di Irak

- detikNews
Selasa, 25 Mei 2004 11:43 WIB
Jakarta - Militer AS kembali menyajikan foto-foto baru untuk mendukung pernyataannya bahwa pesawat AS menyerang rumah persembunyian para pejuang asing di Irak dekat perbatasan Suriah. Bukan pesta pernikahan seperti yang dicetuskan warga Irak yang selamat dari serangan itu serta yang diperlihatkan oleh hasil rekaman dari lokasi.Militer AS menunjukkan foto-foto tersebut pada satu konferensi pers di Baghdad, Irak, seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Selasa (25/5/2004).Brigjen Mark Kimmitt, deputi kepala staf operasi di Irak, memperlihatkan beberapa foto baru dari lokasi serangan yang menewaskan 45 orang pada Rabu (19/5/2004) pekan lalu.Kimmitt juga menunjukkan gambar-gambar item militer yang menurutnya ditemukan di lokasi serangan, termasuk senapan mesin, amunisi, sebuah tiket pesawat Sudan Airways, alat medis, sebuah paspor warga Sudan dan baterai yang dihubungkan dengan bahan peledak."Ini gambar-gambar yang menurut pikiran saya tidak konsisten dengan sebuah pesta pernikahan," tukas Kimmit. Militer AS tidak memberikan penjelasan detil mengenai jumlagh dan tipe senjata yang ditemukan di lokasi serangan di desa terpencil Mogr el-Deeb, sekitar lima mil dari perbatasan Suriah.Sebelumnya sebuah rekaman video yang diperoleh AP, Minggu (23/5/2004) menguatkan klaim bahwa lokasi yang diserang pesawat AS adalah sebuah pesta perkawinan, bukan markas para militan seperti yang disebut militer AS. Dalam rekaman tersebut, terlihat warga sipil Irak yang hadir dalam pesta itu. Beberapa dari mereka diindetifikasi sebagai seorang reporter AP dan fotografer yang selamat dari peristiwa itu. Juga tidak tampak satu senjata pun dalam rekaman tersebut.Kimmitt juga membantah adanya fakta bahwa anak-anak juga tewas dalam serbuan itu. "Kami punya saksi mata yang mengatakan bahwa tidak ada anak-anak yang terbunuh di sana," tegasnya. Padahal menurut para korban yang selamat dari gempuran AS itu, kebanyakan korban tewas adalah kaum perempuan dan anak-anak. (ita/)


Berita Terkait