Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi membawa kabur uang Rp 60 juta. Sedangkan dokumen penting yang juga dibawa perampok masih terus diinventarisir.
"Kerugian sekitar Rp 60 juta. Ini masih dicek ke korban," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kompol Ade Ary Syam Indradi kepada detikcom, Kamis (3/2/2011).
Menurut Ade, hingga kini polisi belum menerima adanya laporan kehilangan dokumen tanah milik negara dalam kejadian itu. "Surat-surat ini juga masih diinventarisir," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku membawa satu benda mirip senpi, linggis dan kapak," katanya.
Sebelum masuk ke kantor BPN, pelaku melumpuhkan 3 satpam yang sedang tidur di pos. Setelah itu, pelaku kemudian menodongkan benda mirip senpi dan mengikat ketiga satpam dengan tali rafia dan lakban.
Dalam waktu yang bersamaan, pelaku lain masuk ke musala. Di situ, pelaku mengikat seorang tukang kebun. Pelaku kemudian mengikat dua orang lainnya yang berada di kantin. Setelah berhasil mengikat 10 korban, pelaku lalu masuk ke ruangan Kepala Urusan Perencanaan dan Keuangan.
Di situ, pelaku membongkar 3 brankas dan mengambil isi brankas berupa surat-surat dokumen tanah dan uang Rp 60 juta. Setelah 1,5 jam kemudian, satpam mendengar ada mobil keluar dari halaman BPN.
(mei/gus)










































