"Substansi omongan Presiden itu bukan urusan negara, tetapi urusan rumah tangga politik. Yang seharusnya bukan kelas Presiden untuk menanggapi itu," kata pengamat hukum tata negara, Irman Putra Sidin, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/3/2011).
Selain itu, kata Irman, pernyataan Presiden SBY soal koalisi di kompleks Istana Kepresidenan juga membuat seolah-olah masalah itu penting bagi bangsa. "Padahal enggak (penting). Koalisi bukan urusan Presiden. Urusan Presiden adalah yang penting tugas dan kewajiban konstitusional dia itu berjalan dengan baik," kata Irman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya bukankah posisi Presiden SBY juga Ketua Setgab Partai Koalisi, Irman justru menyalahkan posisi itu. Menurutnya, Setgab itu tidak sesuai konstitusi di mana Presiden adalah pemegang kekuasaan mutlak eksekutif.
"Kalau Anas Urbaningrum (Ketum Partai Demokrat) yang ngomong baru tidak masalah," kata dia.
Irman juga menyayangkan, perdebatan kenegaraan saat ini dikerdilkan dengan urusan berapa kursi menteri yang diraih oleh parpol.
"Bukan bertanya apa yang telah dicapai Presiden. Masa republik ini berdebatnya 'berapa kursi menteri'," ujarnya.
(lrn/nrl)











































