Wartawan Viva News Ditikam Orang Tak Dikenal

Wartawan Viva News Ditikam Orang Tak Dikenal

- detikNews
Kamis, 03 Mar 2011 05:20 WIB
Jayapura - Aksi kekerasan terhadap wartawan, terjadi di Jayapura, Papua. Kali ini menimpa seorang kontributor Viva News, Banjir Ambarita, yang hendak berkendara pulang ke rumahnya di Dok VIII, perumahan BTN Sosial Jayapura, usai menghadiri ibadah penghiburan di rumah salah satu wartawan nasional.

Korban yang mengendarai motor Honda Kharisma ini, ditikam oleh dua pengendara motor tak dikenal saat sedang berkendara di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, Kamis (3/3/2011), sekitar pukul 01.45 dini hari.

Untungnya, korban dengan terengah-engah bisa meloloskan diri dan membelokan motor ke Kantor Polsek Jayapura Selatan yang berada tak jauh dari tempat penusukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira mereka (pelaku penusukan) mau melewati saya jadi saya berjalan lamban, namun orang yang berboncengan di belakangnya ternyata menikam saya di bagian dada dan bagian perut," tutur Banjir kepada wartawan yang membesuknya di RS Marthen Indey.

Banjir mengaku, saat ditikam ia terus memacu motor dan menyelamatkan diri ke kantor Harian Papua Pos. Namun karena kantor tersebut berada dalam keadaan kosong, maka ia langsung memacu motornya ke Polsek Jayapura Selatan, yang berjarak jaraknya sekitar 50 meter dari kantor.

Di situlah Banjir ditolong oleh aparat yang sedang piket dan membawanya ke RS Marthen Indey.

Seperti diketahui, saat ini sejumlah pers di Jayapura tengah marak-maraknya memberitakan aib tiga oknum Kepolisian Resort Tengah Jayapura yang memaksa seorang tahanan wanita berinisial A melakukan oral seks sejak November 2010 silam. Sejumlah wartawan lantas langsung mengaitkan peristiwa penusukan dengan pemaksaan oral seks oknum polisi tersebut. Sebab, Banjir Ambarita dikenal ramah dan tak memiliki musuh di Jayapura.

Menurut Ketua AJI Jayapura, Viktor Mambor, pihak kepolisian harus segera mengungkap pelaku penusukan terhadap wartawan Viva News agar tidak menimbulkan preseden buruk dimata masyarakat, mengingat Polresta Jayapura tengah menjadi bahan pemberitaan.

"Ini harus segera diungkap oleh kepolisian biar masyarakat atau wartawan tidak menganggap ini sebagai teror kepada pers yang sedang memberitakan masalah keborokan tiga oknum polisi Polresta Jayapura yang kemarin diberitakan memaksa tahanan wanita oral seks di rumah tahanan Polresta Jayapura," tandasnya.
(lrn/ahy)


Berita Terkait