Korban yang mengendarai motor Honda Kharisma ini, ditikam oleh dua pengendara motor tak dikenal saat sedang berkendara di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, Kamis (3/3/2011), sekitar pukul 01.45 dini hari.
Untungnya, korban dengan terengah-engah bisa meloloskan diri dan membelokan motor ke Kantor Polsek Jayapura Selatan yang berada tak jauh dari tempat penusukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir mengaku, saat ditikam ia terus memacu motor dan menyelamatkan diri ke kantor Harian Papua Pos. Namun karena kantor tersebut berada dalam keadaan kosong, maka ia langsung memacu motornya ke Polsek Jayapura Selatan, yang berjarak jaraknya sekitar 50 meter dari kantor.
Di situlah Banjir ditolong oleh aparat yang sedang piket dan membawanya ke RS Marthen Indey.
Seperti diketahui, saat ini sejumlah pers di Jayapura tengah marak-maraknya memberitakan aib tiga oknum Kepolisian Resort Tengah Jayapura yang memaksa seorang tahanan wanita berinisial A melakukan oral seks sejak November 2010 silam. Sejumlah wartawan lantas langsung mengaitkan peristiwa penusukan dengan pemaksaan oral seks oknum polisi tersebut. Sebab, Banjir Ambarita dikenal ramah dan tak memiliki musuh di Jayapura.
Menurut Ketua AJI Jayapura, Viktor Mambor, pihak kepolisian harus segera mengungkap pelaku penusukan terhadap wartawan Viva News agar tidak menimbulkan preseden buruk dimata masyarakat, mengingat Polresta Jayapura tengah menjadi bahan pemberitaan.
"Ini harus segera diungkap oleh kepolisian biar masyarakat atau wartawan tidak menganggap ini sebagai teror kepada pers yang sedang memberitakan masalah keborokan tiga oknum polisi Polresta Jayapura yang kemarin diberitakan memaksa tahanan wanita oral seks di rumah tahanan Polresta Jayapura," tandasnya.
(lrn/ahy)










































