"Mesir itu cuma satu wilayah kesatuan, sementara kita Indonesia terdiri dari banyak pulau. Kemudian yang kedua, di Mesir cuma ada satu ethnic group, sementara kita ada lebih dari 500 ethnic group," kata Habibie dalam Ta'aruf dan Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI di Gedung SMESCO, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/3/2011) malam.
Ketua Dewan Kehormatan ICMI ini melanjutkan, perbedaan antara Indonesia dan Mesir lainnya adalah waktu kemerdekaan.
"Kita juga baru merdeka 66 tahun yang lalu, sementara mesir sudah sejak zaman Firaun sudah merdeka. Kemudian waktu '98 kita mengalami krisis ekonomi dulu. Berawal dari Thailand, merambat ke Indonesia. Sementara Mesir, tidak mengalami krisis ekonomi seperti kita," kata Habibie.
Mengenai persamaanya, kata Habibie, revolusi Mesir dan Indonesia sama-sama menjatuhkan seorang jenderal, yakni Hosni Mubarak dan Soeharto.
"Mesir dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh jenderal. Kemudian sistem politiknya juga sama-sama otoriter, di Indonesia tidak hanya Pak Harto saja, dulu Bung Karno juga otoriter," katanya.
(lrn/ahy)











































