"JW ini tidak ikut saat menyerang. Dia sudah pulang lebih dulu ketika terjadi penyerangan," kata Kanit Reskrim Polsek Gambir Kompol Taufik saat dihubungi wartawan, Rabu (2/3/2011).
Sementara itu, polisi tetap menahan satu tersangka berinisial C (30), warga Flores, Nusa Tenggara Timur. C Adalah otak penyerangan diskotek.
"Dia ini yang paling aktif. Dia melempar pakai asbak, juga menyerang dengan senjata tajam," katanya.
Taufik menjelaskan, peristiwa bentrokan bermula ketika C bersama 7 temannya datang ke diskotek pada pukul 03.00. Sebelum ke Millenium, C dan kawan-kawan telah berkunjung ke diskotek lain.
"Di Millenium mereka bertemu dengan JW, tapi table-nya bersebelahan," katanya.
Di situ, JW dan C serta teman-temannya berkumpul. Mereka kemudian memesan minuman dan rokok beberapa bungkus.
"Mereka pesan dua pitcher bir. Satu pitcher bir putih dan satu pitcher bir hitam," ucapnya.
Sekitar pukul 05.00 pagi, Millenium tutup. Namun, pelayan hendak menagih tagihan minuman yang dipesan, mereka malah pergi.
"Satu persatu mereka meninggalkan diskotek tanpa membayar minuman itu," sebut Taufik.
Lima orang telah lebih dulu keluar dari diskotek tersebut. Sementara tiga lainnya, saat ditagih masih berada di lantai 5 diskotek.
"Lalu dicegat oleh sekuriti dan ditagih," katanya.
Namun, saat ditagih, ketiganya tidak terima. Mereka akhirnya cekcok dengan sekuriti hingga terlibat adu fisik.
"Mereka berkelahi dengan tangan kosong," tuturnya.
Setelah itu, ketiganya lalu kabur. Tidak sampai disitu, sekitar pukul 06.00 pagi, tiga pelaku kembali bersama 3 temannya.
"Yang nyerang ada enam orang," katanya.
Keenam orang itu lalu secara tiba-tiba menyerang sekuriti Millenium dan Gadjah Mada Plaza menggunakan senjata tajam. Empat sekurit luka berat akibat sabetan samurai dan parang dalam peristiwa itu.
(mei/gun)











































