PT DI Serahkan 2 Heli TNI-AL
Senin, 24 Mei 2004 19:03 WIB
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali menyerahkan 2 unit pesawat helikopter NBO-105 pesanan TNI-AL. Acara penyerahan dilakukan oleh Dirut PT DI Edwin Soedarmo kepada Sekjen Departemen Pertahanan Marsdya TNI Suprihadi SIP di kompleks PT DI Jl. Pajajaran Bandung, Senin (24/5/2004).Pesanan 2 helikopter ini merupakan rangkaian pesanan 3 unit NBO-105 versi militer dan 6 unit pesawat NC-212-200 yang ditandatangani pada tahun 1996. Kontrak itu kemudian diamandemen pada bulan November 2004 dengan tambahan 2 unit NBO-105 sebagai pengganti peralatan Intai Taktis (Intak).Edwin Sudarmo dalam kesempatan itu mengakui bahwa TNI-AL adalah "pelanggan berat" produk PT DI dengan telah mengoperasikan beberapa jenis pesawat, seperti helikopter NBell-412 sebanyak 13 unit, NAS-330 7 unit, NAS-332 Super Puma 11 unit dan NBO-105 58 unit.Selesainya pembuatan 2 unit NBO-105 itu sendiri menurut dia, merupakan perjuangan tersendiri bagi perusahaannya. "Di tengah dilakukannya program restrukturisasi dan adanya ancaman kekerasan fisik bagi karyawan kami baik di kantor dan di rumah, kami tetap bertekad dan memegang komitmen menyelesaikan pekerjaan," tegasnya.Program restukturisasi sendiri menurutnya masih tetap berjalan. Saat ini sudah lebih dari 5.500 karyawan PT DI yang mengambil pesangon dan hak-haknya. "Rata-rata karyawan PT DI menerima sekitar Rp 80-120 juta," tuturnya.Dikemukakannya pula, bahwa restrukturisasi usaha dilakukan dengan memfokuskan bidang garapan hanya di 5 lini sebagai core business-nya, yaitu Satuan Usaha Aircraft baik pesawat sayap tetap (fixed wing) dan sayap berputar (rotary wing), satuan usaha komponen pesawat (aerostucture), perawatan pesawat (aircraft services) , non aeronautical product dan satuan usaha peralatan pertahanan. Dalam hal restrukturisasi keuangan, Edwin menuturkan bahwa pengalihan utang-utang PT DI ke pemerintah menjadi penyertaan modal sementara, sudah membuat neraca keuangan perusahaan menjadi positif. Kesemuanya itu, kata dia, dilakukan secara bertahap, yaitu melalui tahap penyelamatan perusahaan (rescue), penyembuhan (recovery) dan pengembangan (development). "Semua dilaksanakan secara bertahap, terukur dan terencana," katanya.Acara penyerahan pesawat ke TNI-AL itu juga dihadiri langsung oleh KSAL Laksamana TNI Bernard K Sondakh.
(asy/)











































