Mahasiswa IAIN Yogya dan Satpam Kampus Bentrok
Senin, 24 Mei 2004 17:14 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bentrok dengan satpam kampus, Senin (24/5/2004). Akibatnya puluhan mahasiswa pingsan dalam bentrokan tersebut. Bentrokan ini sebagai buntut atas aksi para mahasiswa yang menprotes diberlakukannya Dana Penunjang Pendidikan (DPP) sebesar Rp 600 ribu kepada mahasiswa baru. Mahasiswa telah beraksi selama satu minggu dengan menduduki dan mendirikan tenda keprihatinan di depan kantor rektorat. Pada awalnya, rektorat berhasil mengusir mahasiswa yang menduduki kantor karena jumlah mahasiswa saat itu masih sedikit. Meski sempat terjadi aksi dorong mendorong, namun mahasiswa berhasil dikeluarkan dari lingkungan rektorat yang terletak di Jl. Ipda Tut Harsono itu. Setelah itu sebagian mahasiswa berkumpul di seberang jalan di halaman kampus masjid kampus untuk kembali menyusun kekuatan.Sambil melakukan orasi, jumlah mahasiswa yang semakin banyak itu kembali bergerak menuju kantor rektor. Namun petugas satpam bersama karyawan IAIN sudah menghadang dan menutup pintu pagar kantor rektorat. Mahasiswa kemudian menjebol pintu gerbang kampus yang terbuat dari besi. Akibatnya terjadi bentrokan antara kedua belah pihak, setelah terjadi saling dorong di depan pintu gerbang. Beberapa mahasiswa jatuh pingsan karena berdesak-desakan. Sedangkan beberapa anggota satpam ada yang terkilir tangannya karena menahan laju dan dorongan mahasiswa mahasiswa. Setelah terjadi dorong-dorongan selama 30 menit, dengan jumlah mahasiswa yang banyak itu, akhirnya satpam kampus tidak berhasil menahan mahasiswa. Mahasiswa akhirnya berhasil kembali menduduki rektorat. Namun mahasiswa merasa belum puas ketika hanya menguasai lobi kantor rektorat yang mempunyai tiga lantai itu. Mereka kemudian naik hingga ke lantai tiga, sambil mengusir seluruh karyawan rektorat untuk segera meninggalkan ruangannya. Satpam tampaknya sudah tidak bisa berbuat banyak, bahkan beberapa satpam yang hendak memperingatkan mahasiswa justru nyaris menjadi korban kemarahan mereka.Beberapa karyawan ada yang ketakutan melihat mahasiswa yang mulai kalap. Para karyawan memilih menyingkir dengan meninggalkan ruangan melewati pintu samping dan belakang setelah mengemasi tas dan barang bawaannya. Setelah mengosongkan kantor rector, mahasiswa kemudian menutup pintu masuk gedung dengan meja dan pagar besi. Selanjutnya mereka melanjutkan aksi dengan membakar ban bekas dan melakukan aksi coret di dinding kampus, antara lain bertuliskan "Cabut SK DPP." Beberapa kaca jendela ada juga pecah. Sementara itu secara terpisah Pembantu Rektor (Purek) III, IAIN Sunan Kalijaga Prof Dr H Ismail Lubis mengatakan, pengusiran dan pendudukan mahasiswa di kantor rektorat ini merupakan tindakan anarkis. Pihak rektorat mensiyalir ada beberapa orang yang bukan mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga yang ikut dalam aksi tersebut sebagai provokator."Kita sempat mengejar orang yang bukan mahasiswa kita. Namun ketika dikejar mereka lari dan tidak bisa kita tangkap karena dilindungi oleh teman-temannya," kata Ismail.Menurut Ismail, pihak rektorat sampai saat ini belum meminta bantuan aparat kepolisian. Puluhan aparat kepolisian hanya berjaga-jaga di luar kampus. "Namun polisi tentu tahu kapan harus bertindak. Karena bagaimana pun IAIN ini aset milik negara," kata Ismail.Sedangkan menurut pihak mahasiswa, selama beberapa hari melakukan aksi pendudukan itu, sejumlah aktivis mengatakan pihak rektorat telah menggunakan sejumlah preman untuk menghentikan aksi mahasiswa.
(asy/)











































