Pusat Antibioterorisme Dibuka di Singapura

Pusat Antibioterorisme Dibuka di Singapura

- detikNews
Senin, 24 Mei 2004 16:47 WIB
Jakarta - Pusat antibioterorisme regional dibuka di Singapura, hari Senin ini. Lembaga ini dibentuk oleh Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS bersama dengan pemerintah Singapura.Regional Emerging Diseases Intervention Centre didirikan untuk "meningkatkan pengawasan penyakit menular dan kemampuan merespon wabah," demikian disampaikan Menteri Kesehatan Singapura Khaw Boon Wan dalam pidato pembukaan pusat antibioterorisme tersebut, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (24/5/2004).Dikatakan Khaw, salah satu tugas utama pusat bioterorisme ini adalah mengembangkan vaksin penyakit SARS (severe acute respiratory syndrome), yang telah menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia pada 2003 lalu.Sebelumnya, Menteri Koordinasi Keamanan dan Pertahanan Singapura Tony Tan mengatakan bahwa lembaga ini didirikan dengan latar belakang ancaman potensial yang dibawa dari penyakit-penyakit yang baru muncul."Meski kita berusaha berjaga-jaga terhadap bahaya kesehatan tersebut, ancaman para ilmuwan barbar atau organisasi teroris yang menciptakan agen-agen biologi berbahaya lewat penggabungan teknologi DNA tidak bisa diabaikan," ujar Tony Tan pada sebuah workshop bioterorisme beberapa waktu lalu.Pejabat-pejabat Singapura telah berulang kali mengingatkan bahwa negeri Singa tersebut bisa menjadi target bagi para teroris yang mungkin saja menggunakan senjata kimia atau biologi.         (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads