Timur Tengah Bergolak, Marokko Masih Aman

Laporan dari Casablanca

Timur Tengah Bergolak, Marokko Masih Aman

- detikNews
Rabu, 02 Mar 2011 16:15 WIB
Casablanca - Perlawanan rakyat melawan rezim-rezim mapan melanda negara-negara Arab, dari Tunisia sampai kawasan jazirah. Bagaimana Marokko?

Dari Casablanca, Marokko, koresponden detikcom Eddi Santosa melaporkan bahwa situasi di Marokko terlihat aman-aman saja. Pantauan di media lokal dan kehidupan sehari-hari di Negeri Maghrib ini masih normal.

"Kami rakyat Marokko tidak ada yang ditindas dan tidak ada yang kelaparan. Pergolakan di tetangga sebelah Insya Allah tidak akan terjadi di sini," tutur Hady kepada detikcom di Masjid Hassan II, usai Isya (1/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hady, rakyat Marokko juga lebih penyabar dan tidak mudah untuk melawan pemimpin negaranya.

Sementara Abdel dari Grand Taxi, di kota tua Marrakech (220 km dari Casablanca), yang hari ini akan membawa detikcom ke Sahara, mengatakan bahwa Raja Muhammad VI yang bertahta sekarang adalah pemimpin yang simpatik dan dekat rakyat.

"Raja Muhammad jauh lebih baik dari ayahnya, almarhum Raja Hassan II. Ekonomi berkembang, rakyat gampang cari uang. Hanya orang gila yang ingin menghancurkan hal ini," ujar Abdel.

Sebelumnya di Fez (389km dari Marrakech) Ibrahim, sopir taxi drop-out dari Universitas Qarawiyyin (berdiri tahun 859), yang mengantar detikcom menyusuri Fez, menyampaikan pendapat senada, Minggu (27/2/2011).

"Memang sempat ada demonstrasi, namun itu demonstrasi biasa. Tidak bisa dikatakan sebagai upaya untuk menjatuhkan penguasa dan skalanya tidak besar," ujar Ibrahim.

Menjawab detikcom dalam perbincangan selama perjalanan, Ibrahim mengatakan bahwa demonstrasi dengan karakter seperti Tunisia, Mesir atau Libya di Marokko kurang mendapat sambutan.

"Demonstrasi yang terjadi pekan lalu juga tidak ditujukan kepada raja, tapi lebih sebagai kritik kepada pemerintah, agar sungguh-sungguh bekerja," terang Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Raja Muhammad VI yang masih muda, cukup memperhatikan rakyatnya. Pada saat penobatannya dia juga telah menjanjikan reformasi dan perbaikan. Sebaliknya sebagian besar rakyat Marokko juga menikmati kecukupan dan stabilitas ekonomi.

"Tidak bisa semua orang kaya raya, tapi kami cukup tenteram, cukup pangan dan sandang. Kami juga bisa menikmati kebebasan dan hidup normal tanpa tekanan," papar Ibrahim dalam bahasa Inggris yang cukup baik.

Lanjut Ibrahim, rakyat Marokko kemungkinan besar tetap tidak akan mudah terpengaruh oleh arus revolusi yang melanda tetangga sebelah seperti Tunisia, Libya, dan Mesir, yang bahkan telah merembet sampai Yaman, Bahrain dan kini Oman.

"Tak cukup alasan untuk bertindak seperti mereka. Lagipula belum tentu penguasa dan sistem baru nanti lebih baik dari sekarang," demikian Ibrahim, beberapa saat sebelum detikcom turun di medina, sebutan pusat kota tua di Fez, ibukota era kejayaan hingga 1912. (es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads