"Kalau PDIP masuk (koalisi), kekuatannya cukup buat menggantikan keluarnya PKS dan Golkar," kata Burhanudin Muhtadi, kepada detikcom, Rabu (2/3/2011).
Dalam reshuffle di periode pertama pemerintahan SBY, misi serupa juga pernah Hatta Rajasa emban. Namun hasilnya negatif. Meski ada faksi yang menginginkan untuk bergabung dengan koalisi, faktanya PDIP tetap oposisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab itu akan membuat konstituennya menilai PDIP seperti menjilat ludah sendiri," paparnya.
"Tapi kalau sampai Mega berubah pikiran, PKS dan Golkar pasti didepak dari koalisi," imbuh Burhanudin.
(lh/asy)











































