"Saya kira pertemuan itu wajar dan hal yang lumrah dalam komunikasi politik, tapi kalau sampai PDIP masuk koalisi kita menyambut baik hal itu," ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Ade yakin komunikasi antara Hatta dan TK tidak kali ini saja terjadi. Dia menilai hubungan keduanya memang cukup baik.
"Setahu saya Pak Hatta dan Pak TK itu memang dekat. Komunikasi semalam bisa saja hanya komunikasi biasa, tidak ada muatan politik. Kalau ada muatan politik biar saja. Tidak ada masalah dengan kami," terang Ade.
Menurut anggota Komisi XI ini, Golkar tidak akan mengomentari terlalu jauh pertemuan kedua tokoh tersebut. Soal apakah PDIP akan menggantikan posisi Golkar dalam koalisi, Ade pun enggan menjawab.
"Soal itu mempengaruhi koalisi atau tidak, kami tidak akan berkomentar karena itu terlalu dini. Kita sendiri belum tahu, pembicaraan Pak Hatta dan Pak Kiemas itu apa saja. PDKT sebelum nembak dalam pacaran kan biasa. Kami menganggap pertemuan itu biasa saja," tutupnya.
Sebelumnya juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul juga mendengar kabar bahwa Hatta menemui Mega. "Bahkan tadi malam saya dengar Pak Hatta juga ke rumah Bu Mega, ini kan sinyal baik," terang Ruhut.
Sedang Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung hanya tersenyum saat ditanyakan mengenai kabar Hatta Rajasa bertandang ke rumah Mega. Pram menuturkan posisi PDIP akan tetap berada di oposisi, jika Mega tidak mengubah sikap.
(rdf/fay)











































